Bengkalis,(Global)
Pemkab Bengkalis kembali didesak untuk segera melakukan proses lelang proyek Multiyears (MY), terutama untuk lokasi yang tidak ada persoalan pembebasan lahan. Jika semua paket harus menunggu persoalan lahan selesaim, dikawatirkan proyek tersebut tidak bisa dikerjakan pada tahun anggaran 2012 ini, demikian dikatakan Rozali SH, Ketua Aliansi Peduli Masyarakat Bengkalis, Selasa (10/7).
Kata Rozali, proyek MY untuk Kecamatan Bengkalis, Bantan dan Rupat sejauh ini tidak ada persoalan, karena lokasi proyek jalan lingkar dan poros tersebut berada di jalur atau lokasi yang lama.
“Yang tidak ada persoalan sebaiknya ditender terlebih dahulu, tidak mesti menunggu lahan di Bukitbatu dan Mandau selesai. Karena tidak ada jaminan kapan proses pelepasan lahan tersebut selesai, sampai saat ini
kita juga tidak tahu sampai di mana proggresnya,” ujar Rozali.
Sebelum ini, Bupati Bengkalis, sebut Rozali, pernah menyampaikan proses pelepasan lahan tersebut hampir rampung, nyatanya sampai hari ini masih belum jelas juntrungannya. “Pak Bupati harus tegas kepada kepala SKPD terkait, sanggup apa tidak mengurusi pelepasan lahan itu, kalau tidak sanggup angkat bendera putih, karena masyarakat sangat berharap proyek ini segera selesai,” imbuhnya.
Desakan agar proyek "MY" dikerjakan secepat mungkin adalah hal wajar, karena kata Rozali sebagian besar jalan lingkar pulau Bengkalis saat ini mengalami kerusakan parah. Sementara jalan poros Mandau-Pakning
adalah jalan baru yang belum dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Apa lagi yang harus ditunggu, semakin lama semakin hancur jalan lingkar Pulau Bengkalis. Kasihan masyarakat tiap hari berjibaku dengan jalan hancur seperti itu, apatah lagi tidak beberapa lama lagi
menghadapi bulan puasa dan lebaran,” papar Rozali.
Ungkapan senada disampaikan Meslam. Tokoh muda Pematang Duku ini mengatakan, tidak hanya proyek My yang mesti digesa, tapi juga proyek-proyek jalan yang memang dinanti masyarakat. Seperti proyek
peningkatan jalan Pematang Duku-Kembung Luar Rp 4 miliar. Kembung Luar-Teluk Lancar Rp 5 Miliar. Teluk Pambang-Bantan Tengah Rp 7 miliar dan Bantan Tengah-Teluk Pambang Rp 7 miliar.
“Lokasi proyek yang ada dikerjakan saat ini mengalami kerusakan parah, kalau proyek ini lambat dikerjakan atau baru bisa dimulai lepas lebaran ini maka kerusakan jalan bertambah parah. Jadi kami berharap
proyek-proyek ini bisa dikerjakan segera,” pinta Meslam.
Langkah cepat mengatasi kerusakan jalan bisa saja dilakukan, tergantung komitmen dan keberanian pemerintah kata Meslam. Salah satu contoh, saat ini Pemkab Bengkalis memiliki miliaran dana menganggur
(idle money) yang didepositokan. Kalau saja dana tersebut digunakan untuk menimbun lubang-lubang yang menganga di sepanjang jalan, pasti akan sangat membantu.
“Sepakat dengan yang disampaikan pak Salfian Daliandi sebelum ini. Bupati bersama jajarannya harus bisa meyakinkan Forum Pimpinan Daerah (Forpinda), agar meraka juga mendukung untuk penggunaan dana tersebut.
Karena saat ini kondisi jalan-jalan mengalami kerusakan cukup parah. Konsultasikan lagi ke BPK agar di kemudian hari tidak jadi persoalan,”saran Meslam.(Rgc-di)
No comments:
Post a Comment