Arrow

MENUJU RIAU 1//////////////////////////////

MENUJU RIAU 1//////////////////////////////


You are browsing with label: Showing posts with label Pelalawan. Show all posts
Pelalawan,(Global)
Bupati Pelalawan HM Harris melantik pejabat struktural dilingkungan pemerintah kabupaten pelalawan, terdiri dari Eselon II dan III berlangsung diruangan Audiotorium lantai III kantor Bupati Pelalawan, Jum'at 4 Januari 2013.

Dalam sambutan Bupati H.M. Harris pertama-tama marilah kita persembahkan puji syukur kehadirat Allah yang maha kuasa karena atas rahmat dan karunianya kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan sehingga kita dapat menghadiri acara pelantikan pejabat stuktural eselon II dan III dilingkungan pemerintah kabupaten Pelalawan.

Sebelum Bupati H.M Harris melakukan pengambilan sumpah jabatan, berdasarkan surat keputusan Bupati Pelalawan Nomor: KPTS.821.2/BKD/2013/21 dan 22 tanggal 03 januari 2013 tentang pengangkatan dan pemindahan pegawai Negeri sipil dalam jabatan struktural eselon II dan III dilingkungan pemerintah kabupaten pelalawan.

 Selanjutnya pelantikan yang kita lakukan pada hari ini selasa sebagai penyegaran dan juga pengembangan karir bagi pegawai negeri sipil yang didasari oleh pelaksanaan dari perubahan struktur organisasi dan tata kerja SKPD pemerintah kabupaten pelalawan.

 Adapun jumlah pejabat yang dilantik sebanyak 61 orang pejabat struktural terdiri dari 26 orang Eselon II dan 35 orang Eselon III. Selanjutnya Harris mengatakan, pelantikan yang kita laksanakan hari ini merupakan suatu hal yang wajar yang biasa terjadi disetiap instansi.

 Disamping upaya untuk mengefektifkan jalan roda pemerintah juga diharapkan memberi manfaat bagi pegawai negeri sipil tersebut, untuk dapat mengaktualisasikan tugas-tugas agar tercipta pelayanan yang baik kepada masyarakat, tutupnya.

Pejabat Struktural Eselon II yang baru dilantik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan:

 1. Drs. Ali Umar, Staf Ahli Bidang Keuangan SETDA Kabupaten Pelalawan.
 2. Drs. Abdul Manan Mas, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM SETDA Kabupaten Pelalawan.
 3. Drs T. Izwan Pery Darma, MM, Staf Ahli Bidang Pemerintahan SETDA Kabupaten Pelalawan.
 4. Ir. Abdul Rahman, MP., Staf Ahli Bidang Pembangunan SETDA Kabupaten pelalawan.
 5. Amiruddin Muslim,S.PD, M.Si., Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik SETDA Kabupaten Pelalawan.
 6. Ir. Nursyirwan, Asisten Administrasi Pemerintah Kabupaten Pelalawan.
 7. H. Mazlan Mansur, SH., Asisten Administrasi Pembanguna Kabupaten Pelalawan.
8. Drs. H. Tengku Mukhlis, Asisten Administrasi Umum Kabupaten Pelalawan.
9. Drs. Zulhelmi, M.Si., Pj. Asisten Administrasi Aset dan Keuangan Kabupaten Pelalawan.
 10. H. Abu Bakar FE, S.Sos, M.Ap, Pj. Sekretaris Dewan Kabupaten Pelalawan.
 11. Ir. Hambali, MM. Kadis Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Pelalawan.
12. Ir. H. T. Muktaruddin, M.Si, Kadis Pertambangan dan Energi Kabupaten Pelalawan.
13. Hasan Tua Tanjung, MT, Pj. Kadis Pekerjaan Umum Kabupaten Pelalawan.
14. Fahran Redwan, ST. MT, Pj. Kadis Tata Kota,Pertamanan dan Kebersihan Kabupaten Pelalawan.
 15. Lahmudin, SE.M.Si, Kadis Pendapatan Daerah Kabupaten Pelalawan.
16. Ir. M. Syahrul Syarif, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Pelalawan.
 17. H. A. Karim, SH. M.SI, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pelalawan.
 18. Ir. Mulyono, MBA. MM, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan.
19. Ir. H. Syaril. M.Si, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Pelalawan.
20. Drs. H. Zamur, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Pelalawan.
21. Drs. H. Abdul Muis, Pj. Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan,Perlindungan Anak dan KB Kabupaten Pelalawan.
22. Ir. T. Zuhelmi, Kepala Badan Penanaman Modal dan pelayanan Perinzinan Terpadu Kabupaten Pelalawan.
23. Andi Yuliandri, S.Kom, Pj. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Pelalawan.
24. Raja Alkap, Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Daerah Kabupaten Pelalawan.
25. Nifto Anin, S.Sos. M.Si, Pj. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pelalawan. (Rsk/Rgc)

Diduga Rp 60 JUTA  Dana APBD Pelalawan Disedot Organisasi Wartawan Siluman Tersebut


Pangkalan Kerinci,(Global)
Berbagai pihak di Pelalawan mempertanyakan 3 (Tiga) organiasasi  yang mengatas namanyakan organisasi wartawan. Adapun organisasi tersebut adalah seperti Ijur  Petika, Asosiasi Wartawan dan Gabungan Wartawan yang beroperasi di Kabupaten Pelalawan. Diduga ketiga organisasi wartawan yang dipertanyakan keabsahannya telah menerima dana atau menyedot dana APBD Pelalawan TA 2012 sebesar Rp 60 juta melalui anggota DPRD Pelalawan.

Menurut informasi yang dirangkum dilapangan,  keberadaan 3 organisasi wartawan siluman itu didukung penuh oleh salah seorang anggota DPRD Pelalawan. Terkait organisasi ini  yang sudah mendapatkan dana dari Pemda Pelalawan menjadi tanya besar berbagai kalangan. Karena didalam pencairan dana bantuan baik itu hibah maupun apanya namanya itu harus mengambil adalah pengurus yang menanda-tangani proposal tersebut. Dan jika bisa dicairkan seperti itu diduga  kuat ada kong kalingkong antara salah seorang anggota DPRD dengan organisasi tersebut.
.
Roman, salah seorang warga Pelalawan ketika mengomentari masalah tersebut kepada kalangan  wartawan  di Pangkalan Kerinci, kemarin mengatakan kita sangat prihatin melihat situasi didaerah kita ini karena banyak orang yang menyalahgunakan posisinya terutama dengan adanya 3 (tiga) organisasi wartawan yang bekerjasama dengan salah seorang anggota DPRD Pelalawan padahal legalitasnya tidak jelas,sebut Roman.

Terkesan dana APBD Pelalawan banyak digunakan untuk berpoya- poya ,bahkan tidak ada azas manfaatnya , disatu sisi untuk menjalinkan kemitraan dengan wartawan itu sah saja tapi bukan dengan cara yang begini,katanya lagi.
"Kita tahu memang cukup banyak organisasi wartawan yang sudah besar dan berskala  Nasional yang terdapat didaerah kita  alangkah baiknya kemitraan itu kita jalin dengan organisasi wartawan yang sudah terorganisir tersebut,"ungkap Roman sambil menyesali kejadian tersebut.

Nilai Rp 60 juta rupiah itu bukan sedikit   kalau kita bangunkan untuk sebuah gedung tentu  sudah megah, maka dari itu kita hanya berharap kedepannya  baik legilatif maupun tokoh- tokoh masyarakat agar tidak menghalalkan segala cara untuk menyodomi APBD Pelalawan ini dan jika perlu mari kita gunakan APBD ini untuk masa depan anak cucu kita,pungkasnya. . (team)  
Ancaman dan Makian Oknum DPRD Meja Bendaharawan Pemda Digenangi Airmata

Pangkalan Kerinci,(Global)
Di Kabupaten Pelalawan keberuntungan yang terus diraih anggota DPRD cukuplah baik, dimana baru saja menjabat yakni sekitar  6 (enam) salah satu oknum anggota DPRD Pelalawan sudah bisa mencaikan dana proposal sekitar Rp 1,4 M.

Atas kejadian itu, tentu membuat tanda tanya besar bagi berapa kalangan masyarakat dimana menurut ketentuan  dana yang diambil melalui proposal itu adalah dana aspirasi yang jumlahnya untuk 1 tahun berkisar Rp 1 miliar lebih dan itu sudah termasuk kedalam kegiatan fisik yang dilakukan oleh para Satker.

Dan ini baru menjabat sekitar 6 bulan sudah bisa mengeluarkan proposal sebanyak itu. Dan yang ironisnya dalam pencairan proposal  mereka bukannya baik-baik tetapi bahkan  selalu melakukan intimidasi dan makian terkadang mengirim utusan yang orangnya seram dan berwajah sadis untuk mengambil dana tersebut ke bendaharawan. Tentunya dengan kejadian ini tidak jarang,  bendaharawan meneteskan airmatanya dalam melaksanakan tugas hariannya .

Menurut salah pengurus LSM di Pelalawan yang minta namanya diinisialkan Azp (29) beberapa waktu lalu kepada wartawan mengatakan,  kita perlu pertanyakan penggunaan dana proposal kegiatan masyarakat melalui anggota DPRD  yang baru menjabat  selama 6 bulan dengan nilai sebesar R1,4 miliar tersebut.
Apakah ini tepat sasaran atau ada yang fiktif dan juga ada permain antara  pengurus kelompok masyarakat yang memiliki proposal itu dengan oknum anggota DPRD itu,jelas Aziun sambil bertanya ?.

Kalau dana aspirasi di Pelalawan selama 1 tahun jumlahnya belumlah mencapai segitu ,ini baru 6 bulan sudah mencapai bisa mengambil dan sebesar Rp 1,4 M  ini perlu kita pertanyakan dan harus dilakukan investigasi dilapangan,katanya Azp lagi. Karena bisa saja proposal yang dimasukkan melalui anggota DPRD itu tidak semuanya murni bahkan ada yang fiktif , dalam hal ini kita berharap dari segala lini baik itu penegak hukum maupun LSM dan mnasyarakat harus ikut bersama-sama melakukan investigasi dilapangan, pinta Azp lagi.

 Selain itu,  kita juga sangat menyesalkan apa yang telah dilakukan anggota DPRD yang memaksakan kehendak  dengan menggertak bahkan memaki-maki bendaharawan Pemda untuk mencairkan dana tersebut,katanya lagi.

Sementara itu, salah seorang anggota DPRD Pelalawan yang tak sudi ditulis namanya kepada wartawan mengatakan , dalam pencairan dana proposal tidak semua  anggota dewan yang demikian. Namun kita tidak pungkiri mungkin ada kawan-kawan yang demikian itu semua tergantung kepada manusianya,ujar anggota DPRD Pelalawan itu lagi..

Dan  Bendaharawan Pemda Pelalawan As yang dikomfirmasikan terkait masalah itu, tidak banyak bicara hanya bisa menunjukkan linangan airmata yang berjatuhan kemeja tempat bekerjanya . (Team)

Pangkalan Kerinci,(Global)
Ironis di Kabupaten Pelalawan  yang budaya Melayunya sangat kental,   akhir- akhir ini mulai berangsur hilang ,hal ini terlihat saat pelaksanaan acara lomba Puisi, yang dilaksanakan oleh Dewan Kesenian Daerah (DKD)  Pelalawan beberapa waktu lalu di  Gerai makan Tuah sekata Pangkalan Kerinci.

Dalam acara yang bersempena dengan Hari Pahlawan ini nuansanya hanya menunjukkan tema acara baik  spanduk yang dibentangkan di pentas tidak sedikitpun bernuansa melayu baik  bahkan  latar belakang warna spanduk maupun  gambar yang ditampilkan dengan hal seperti ini terkesan Dewan Kesenian Daerah Pelalawan kurang perhatian terhadap nuansa daerahnya .

Rahman salah seorang warga Bunut beberapa waktu lalu di Pangkalan Kerinci mengungkapkan kepada wartawan ,dengan adanya kegiatan Lomba Puisi yang dilaksanakan oleh Dewan Kesenian Daerah Pelalawan disatu sisi perlu kita acungkan jempol karena dengan lomba puisi tersebut seni dan budaya daerah Pelalawan akan semakin terangkat di muka bumi ini, sebut Rahmah. Tetapi  kita juga menyayangkan dalam kegiatan kemarin spanduk yang mereka pasang diatas pentas tidak mempunyai nilai Nuansa Melayu sedikitpun ,kita tak menyangkal tema kegiatan boleh saja beragam namun kita jangan lupa dengan nuansa kita Melayu walaupun hanya sedikit, kata Rahman lagi.

"Jadi dalam hal ini kita berharap kepada pimpinan Dewan Kesenian Daerah maupun pejabat terkait agar selalu mengontrol yang dilaksanakan oleh Generasi Muda kita sehingga mereka tidak melakukan hal seperti ini lagi, tuturnya (Is) .

Pangkalan Kerinci,(Global)
Kematian gajah ,raibnya Harimau dan punahnya beruang serta masuknya monyet ke kota diduga akibat penggundulan hutan yang dilakukan oleh perusahaan bubur kertas yang beroperasi yakni PT RAPP di Kabupaten Pelalawan.
Pasalnya semenjak kehadiran perusahaan tersebut  sedikit demi sedikit habitat hewan langka dan dilindungi oleh negara ini sudah mulai punah bahkan monyet yang biasa hidup diatas batang kayu, yang selalu meloncat kesana kesini terpaksa lari ke arah perkotaan di Kabupaten Pelalawan ini .

Menurut salah seorang Tokoh masyarakat Riau yang juga pengurus LSM berinitial  JL  kepada wartawan beberapa waktu lalu mengatakan,  tingginya angka kematian gajah di daerah Riau tahun 2012 ini secara kasat mata dampaknya tak lain tak bukan adalah dikarenakan hutan tempat mereka tinggal sudah semakin sempit gara-gara digunduli oleh Perusahan Bubur Kertas terbesar di Asia Fasific  PT RAPP itu.

Ironisnya pada tahun 2012 ini sudah mencapai 15 ekor gajah mati dan dominan itu ditemukan dilahan HTI PT RAPP ,begitu juga dengan binatang buas lainnya saat ini tidak lagi kelihatan  didalam hutan ,bahkan hutan lindung yang sudah di SK kan oleh pihak terkait semakin berkurang dan berganti pohon akasia. Dalam hal ini tidak salah kalau kita mengatakan bahwa musnahnya Marga Satwa di Pelalawan ini akibat ulah PT RAPP, tegas Jl.
Ditempat terpisah Sry mengaminkan apa yang disampaikan rekannya dan menambahkan , dengan gundulnya hutan secara otomatis binatang buas yang kini dilindungi oleh undang-undang dan Pemerintah semakin berkurang terutama gajah yang kini di sumatera,  harimau entah kemana ,beruang ikut juga ,hanya saja monyet dan kera yang masih kelihatan karena mereka sudah banyak yang lari ke  kota sambil membawa berita. Dengan peristiwa kematian gajah di Pelalawan ini dalam tahun ini yang dominan di lokasi HTI PT RAPP kuat dugaan kita ada keterlibatan perusahaan, tuturnya.

Sementara pihak Maneger PT RAPP Mulia Nauli ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat lewat telpon selulernya,  tidak ada balasan .(Is)

Pangkalan Kerinci,(Global)
Terkait dengan musibah Banjir yang melanda Kabupaten Pelalawan  pada tahun, tampaknya kepedulian PT RAPP terhadap lingkungan baik itu masyarakat maupun  alamnya semakin tipis karena sudah satu  bulan banjir melanda daerah Pelalawan sedikitpun belum ada terlihat partisipasi dan perhatian perusahaan terhadap warga korban Banjir tersebut. Itu bertanda atau diduga PT RAPP sudah tidak peduli lagi dengan lingkungannya.

Sebelum kehadiran perusahaan tersebut, banjir di Pelalawan sangat menguntungkan bagi masyarakat Pelalawan khususnya mereka yang tinggal dijazirah pesisir , bahkan pada zaman itu  habis banjir masyarakat bisa membangun rumah bertingkat namun setelah kehadiran PT RAPP banjir nyatanya telah menjadi mala petaka bagi masyarakat.

Camat Teluk Meranti Husnizal Msi, beberapa waktu lalu di Pangkalan Kerinci  mengakui bahwa daerahnya banjir sudah hampir satu bulan dialami warganya meskipun debet air telah turun  tapi sangat berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Atas musibah ini, pihak  Pemda Pelalawan melalui  BPBD  akan menyerahkan bantuan  kepada korban banjir tetapi pada saat dalam pengurusan, sementara PT RAPP  belum terlihat lagi kepeduliannya terhadapa masyarakat sekitarnya, jelas Husnizal. Untuk itu kami  hanya berharap dengan musibah ini,  hendaknya  perusahaan bubur kertas itu bisa menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat disekitarnya  sehingga keharmonisan antra perusahaan dengan masyarakat bisa terjalin dengan baik,ujar Camat Teluk Meranti.

Hal sama juga disampaikan Camat Pelalawan Kiki Syamputra S.STP menuturkan  banjir yang melanda Kecamatan Pelalawan saat ini cukup dahsyat dari biasanya dimana ketinggian air sudah mencapai 1.5 Meter. Saat ini masyarakat Pelalawan cukup  terobati hatinya karena mendapat bantuan dari  Badan Ketahanan Pangan dan Karang Taruna Kabupaten  Pelalawan melalui anggota DPRD Riau H Zukri  Misran  yang membantu beras sebanyak 5 ton, jelas Kiki Syamputra.

"Kita sangat menyayangkan PT RAPP yang diketahui memiliki aset didaerah ini belum ada menunjukan kepeduliannya", sesal Camat Pelalawan. Atas kurang pedulinya   perusahaan tersebut tampak bahwa perusahaan tersebut kurang perhatiannya dengan lingkungannya, katanya lagi. Maka dari itu kita berharap  perusahaan yang beroperasi di Pelalawan ini bisa lagi meningkatkan program CD nya terhadap sosial kemasyarakatan, tuturnya.

Sementara itu pihak PT RAPP Muliana Nauli ketika dihubungi melalui pesan singkat lewat telepon selulernya,   tidak ada jawaban .(Is)

Tanpa Persetujaan Legislatif dan Ekesekutif Tidak akan Ada Kegiatan

Pangkalan Kerinci.(Global)
Terkait dengan kasus ganti rugi lahan Bhakti Praja, diduga ada keterlibatan Anggota DPRD Pelalawan yang duduk saat itu karena untuk penggunaan anggaran yang dilakukan oleh pihak eksekutif semua tentu harus berdasarkan  persetujuan dari DPRD bahkan, setiap pembayaran yang dilakukan  pihak eksecutif jauh sebelumnya dibahas bersama  DPRD.Maka bisa dikatakan kasus  Ganti rugi lahan Bhakti Praja itu bisa dikatakan "Korupsi  Berjamaah"
.
Menurut salah seorang Tokoh  Masyarakat dan juga Pemuda Pelalawan berinisial AZ kepada wartawan kemaren di Pangkalan Kerinci ,terkait dengan kasus Bhakti Praja kita tidak bisa menyalahkan Lahmudin dan T. Kasroen bahkan juga Syahrizal Hamid tapi ini bisa dikatakan berjamaah bahkan anggota DPRD yang menjabat saat itu bisa-bisa terlibat terutama pada Komisi A yang bidangnya tentang Anggaran.


Sementara Romi pengurus salah satu LSM  Pelalawan mengaminkan hal tersebut diatas dan sedikit menambahkan , BPKKD itu melaksanakan pembayaran terhadap sesuatu bukan kemaunnya sendiri,akan tetapi atas dasar perintah dan dilengkapi dengan SK dari atasan yang bersangkutan.

Maka dalam kasus Ganti Rugi Lahan Bakti Praja ini kita tidak bisa menyalahkan Kepala BPKKD saja begitu juga dengan Sekda ,Kepala BPN karena terjadinya Hal ini ada kerjasama antara  Eksecutif dengan  Legislatif  karena tidak mungkin seorang BPKKD mengeluarkan dana tanpa ada dasar dan perintah atasannya, rinci Romi.

Disampaikannya lagi, begitu juga dengan Kepala BPN takkan berani mengeluarkan sertifikat tanpa ada dasar, nah dasar untuk mengeluarkan sertifikat tentu ada SKT atau SKGR ,secara prosedur SKGR  yang mengeluarkan SKGR itu biasanya Kades/Lurah dan Camat setelah itu baru ke BPN.

Kalaulah tanpa ada keduanya ini  jelas ada  kong kalingkong ,namun keterlibatan Kabag Tapem dalam permaslahan ini juga tidak bisa dipungkiri karena yang namanya lahan aset daerah itu diamnya di Tata Pemerintahan jadi kalau ada ganti rugi 2 kali itu jelas Kabag Tapemnya kurang teliti atau ada kerjasama dalam melakukan ini ,dengan peristiwa sekarang ini bisa saja dikatakan korupsi berjamaah,  tukasnya.(is)       

Team Tipikor Polda Riau Hampir Kehilangan SPPD

Pangkalan Kerinci,(Global)
Kedatangan Team Tipikor Polda Riau yang dipimpin oleh Kompol Timbul Siregar ke Kantor Bupati Pelalawan, pada Jumat (23/11) kemarin, dalam rangka mencari data tambahan  untuk memperkuat bukti tersangka Kasus Bhakti Praja nyaris s kehilangan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) yang sudah ditanda tangani Kapolda Riau.

Seperti informasi yang diperoleh www.riau-global.com, peristiwa aneh yang bercampur mistis itu berawal dari  kedatangan para anggota Tipikor Polda Ria itu ke Kantor Bupati Pelalawan yakni diruangan Kabid Pengelolaan Aset Daerah Tengku  Azman yang terdapat di lantai III. Sesampai diruang tersebut, rombongan yang  diantar oleh ajudan Sekda Kab Pelalawan diterima oleh staf  BPKKD Pelalawan,dalam perbincangan antara keduanya lebih terfokus kepada tugas dan tujuan mereka sehingga mereka lupa menyerahkan Surat Perintah Perjalanan Dinas kepada Staf BPKKD tersebut.  Hanya  meletakkan diatas meja saja,dalam sekejap mata  sewaktu rombongan memasuki ruangan T. Azman,   surat yang diletakkan  dimeja tersebut tiba-tiba hilang. Akibatnya anggota Polda itu berupaya untuk  mencari surat tersebut sehingga terlihat agak bingung bahkan sampai menanyakan kepada wartawan yang berada dimedia center.

Dan ketika ditanyakan kewartawan, akhirnya surat tersebut di temukan dengan kondisi tidak seperti semula  dimana  surat tersebut ditemukan dalam bentuk yang tidak sempurna. Karena menemukan surat yang dicari membuat team Tipikor Polda Riau itu sedikit lega.

Salah seorang staf BPKKD Pelalawan yang menerima rombongan kepada wartawan mengakui, bahwa sewaktu kedatangan rombongan polisi itu dirinya sempat melihat map tapi masih ditangan anggota Polda itu. Pada saat itu, mereka (anggota Polda Riau red)  tidak menyerahkan kepada saya tetapi hanya meletakkan begitu saja diatas meja itu, karena  merasa tak diserahkan maka saya menganggap bukan tanggungjawab kita lagi maka saya biarkan saja, jelas staf BPKKD Pemkab Pelalawan itu. Setelag itu, mereka saya bawa keruang pak T Azman untuk menemani mereka mencari file yang mereka butuhkan  sebelum kedatangan pak T Azman, ujar Staf BPKKD itu lagi. Setelah keluar dari ruangan,   saya tak lagi melihat map tersebut malahan saya terkejut saat ditanya tentang keberadaan map tersebut, ujar Staf BPKKD sambil bertanya-tanya.

Sementara menurut anggota Reskrimsus Polda Riau menyebutkan bahwa barang tersebut diletakkannya  di meja dekat kursi ruang tamu yang juga meja Staff BPKKD Pelalawan tapi kok bisa hilang itu herannya.

"Kita sedikit lega karena barang tersebut sudah kita temukan berkat bantuan dari salah seoarang Kepala Biro media cetak berkantor pusat di Pekan Baru," terangnya

Menurut salah seorang warga  berinisial AN mengungkapkan kepada wartawan kemaren di Pangkalan Kerinci ,kita sangat menyayangkan  hilangnya SPPD rombongan Tipikor Polda Riau di kantor Bupati Pangkalan Kerinci.

Karena  SPPD itu sangat penting bagi seorang petugas yang melaksanakan Dinas Luar dan itu dipertanggung jawabkannya kepada pimpinannya ,dengan peristiwa ini terkesan di Pelalawan ada setan Gandul gentayangan bahkan sampai ke kantor bupati mereka masuk juga untuk mencari mangsanya, tuturnya.(Is)
Didomininasi Pada Perusahaan

Pangkalan Kerinci,(Global)
Meningkatnya gizi buruk di Kabupaten Pelalawan tampaknya didominasi pada perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Pelalawan ,dimana dari bulan Januari s/d November 2012 , Dinas Kesehatan (Diskes) Tangani Pelalawan  sudah menangani 20 kasus Gizi buruk.

Dengan meningkatnya kasus ini membuat Kabupaten Pelalawan menjadi daerah yang kumuh ,namun dengan yang demikian Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan  menetapkan kasus ini sebagai Kasus Kejadian Luar Biasa (KLB)

Menurut keterangan Kadis Kesehatan Pelalawan Drs Darwis Alkadam Msi melalui Kabid Gizi Erizal kepada wartawan, kemarin mengatakan,pada saat ini didaerah kita kasus gizi buruk meningkat dari tahun ketahun meskipun belum ada menelan korban jiwa namun kita harus waspada.

Disampaikan Erizal, pada tahun  2011 kasus gizi buruk hanya berjumlah 8 kasus,namun sampai pertengahan November 2012 ini sudah meningkat menjadi 20 kasus. Meningkatnya, kasus gizi buruk ini  tak lain tak bukan dikarenakan  masih rendahnya perhatian para orang tua terhadap anak- anaknya terutama dalam menjaga makanan, jelas Kabid Gizi Diskes Pelalawan itu.

Adapun penyebab dari KLB itu berawal dari penyakit diare yang diderita oleh anak -anak ,ditambah lagi lambannya penanganan penyakit ini oleh orang tua mereka,tutur Erizal lagi.
.
Ditambahkannya,  dari jumlah kasus yang kita tangani 70 persen  penderita Gizi buruk adalah anak -anak dari karyawan perusahaan yang beroperasi di Pelalawan maka untuk mengantisipasi kasus kita juga mendapat kendala karena untuk masuk kedalam perusahaan itu banyak prosedur yang harus dilalui maka wajar saja perusahaan-perusahaan itu dikatakan tidak peduli dengan kesehatan keluarga karyawan dan juga lingkungannya.

" Kasus ini dampak dari penyakit yang tidak dilakukan pengobatan. Dan mayoritas atau sebesar 70 persen penyakit ini didominasi oleh keluarga karyawan dan buruh perusahaan," bebernya.

Ketika disinggung terkait lokasi kasus penderita gizi buruk, Erizal menyebutkan, untuk Kecamatan Pangakalan Kuras terdapat 2 kasus gizi buruk, di Pangkalan Kerinci 3 kasus, Teluk Meranti 3 kasus, Kecamatan Pelalawan 2 kasus, Kecamatan Langgam 1 kasus dan di Pangkalan Kuras 5 kasus. Sedangkan untuk biaya pengobatan, Diskes tidak memungut biaya sepeserpun.

" Pengobatan ini gratis, karena anggaran dari Pemkab melalui APBD telah disediakan. Pada tahun 2011, kita anggarkan untuk 10 kasus, tapi hanya 8 kasus yang terjadi. Sehingga, sisa anggaran ini kita kembalikan ke kas daearah. Namun, pada tahun ini, kita telah menganggarkan 10 kasus melalui APBD-murni, dan ternyata meningkat 6 kasus dari anggaran yang telah diajukan. Sehingga, pada APBD-P 2012 ini, kita anggarkan kembali anggarannya untuk 10 kasus lagi," tutupnya. (Is)

Pangkalan Kerinci,(Global)
Sehari setelah pelantikan 10 Perwira dijajaran Mapolres Pelalawan ,2 Kapolsek dijajaran Polres Pelalawan langsung mendapat tugas menangani Kasus ,Kapolsek Bunut AKP Ali Nasir menangani kasus penemuan sosok mayat bocah dalam  kolam  bekas galian arena Motocros di Bandar Petalangan,sedangkan Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Johan Rivai.SE,menangani Kasus Kriminal yang terjadi Dijembatan Kembar  antara Kantor Bupati Pelalawan dengan kerangka gedung Islamic Centre pada Malam Minggu (10/11) kemarin dengan korban seorang Anggota Polres Pelalawan .

Terkait dengan kasus penemuan mayat bocah dalam kolam bekas galian Arena Motocros di Desa Lubuk Terap Kecamatan Bandar Petalangan  Kapolsek Bunut AKP Ali Nasir kepada wartawan  membenarkan peristiwa tersebut dan pada saat itu kita bersama anggota langsung ketempat kejadian dan langsung melakukan evakuasi korban ke Puskesmas terdekat. Dari hasil visum  dinyatakan tidak ada temuan tindak kriminal namun kita berharap agar masyarakat lebih hati –hati untuk menjaga  anaknya sehingga kejadian yang tidak diinginkan bisa  dihindari, jelas Kapolsek Bunut.

Sementara itu kasus kriminal yang terjadi di Kota Pangkalan Kerinci  pada tanggal 10 November 2012 pukul 20.30 di Jembatan Kembar jalan Km 55 dengan  korban anggota Polres Pelalawan , Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Johan Rivai SE  sampai berita ini diturunkan belum bisa dihubungi .

Sementara itu Kapolres Pelalawan AKBP Guntur Aryo Tejo ketika dikonfirmasi melalui telpon selulernya mengakui semua peristiwa tersebut . Untuk Kapolsek Bunut itu sudah beres dan tidak ada begini begononya ,sedangkan yang di Pangkalan Kerinci antara korban dengan tersangka yang kini buronan itu ada unsur balas dendam ,walaupun demikian kita tetap akan tindak lanjuti kasus ini, terang Kapolres Pelalawan..(ishar.D)

10 Perwira Polres Pelalawan Disertijabkan

Pangkalan Kerinci,(Global)
10 Perwira Polres Pelalawan yang disertijabkan pada hari Jum at (9/11) yang dilangsungkan di Mapolres Pelalawan, 4 (empat) orang diantaranya berpangkat Komisaris Polisi(Kompol)dan 6 (enama) orang berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP),dari kesemuanya itu 3 Kabag dan 1 Polsek dijabat oleh Perwira berpangkat Kompol sedangkan 4 Kasat, 2 Kapolsek dijabat oleh Perwira berpangkat Ajun Komisaris Polisi , 3 Kabag tersebut adalah Kabag Ops Kompol Drs H Andi Salamon digantikan oleh Kompol Hariadi.R,S.Sos,Kabag Ren dari Kompol Khoirul Mukhlis,SH.MH kepada Kompol Yanuardi SH MH dan Kabag Sumda dari Kompol Ulfa Susanti kepada Kompol Syafri SH ,sedangkan untuk Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Rapiden Robertus Sagala digantikan oleh Kompol Johan Rifai SE ,selain itu untuk jabatan Kasat Reskrim dari AKP Darmawan SH kepada AKP Bimo Aryanto SH SIK , Kasat Narkoba dari AKP Zulkarnain,SE,kepada AKP Edi yasman ,Kasat Binmas yang selama ini dijabat oleh AKP Darusmin diserahkan kepada AKP Derajat Bin Kasnari,begitu juga dengan Kasat POLAIR dari Iptu Afril kepada AKP Lilik Surianto SST, dalam pada itu Kapolsek Bunut yang Lama AKP Rustam Efendi digantikan oleh AKP Ali Nasir dan Kapolsek Kuala Kampar AKP Haposan Hutasoit,Amd digantikan oleh AKP Zulkarnaini yang juga sebelumnya sudah pernah bertugas di Polres Pelalawan . Kapolres Pelalawan AKBP Guntur Aryo Tejo,SIK dalam pidatonya menyampaikan ,jabatan adalah amanah ,sekaligus kepercayaan , mutasi itu adalah suatu hal yang biasa, namun dengan mutasi ini hendaknya kita dapat mengambil hikmah yang cukup besar , sesuai dengan amanah dan kepercayaan serta tanggung jawab yang kita emban sangat dibutuhkan penyegaran ,maka dari itu Mutasi yang dilaksanakan pada hari ini adalah merupakan proses pembinaan SDM dalam rangka regenerasi, selain itu sebagai penyegaran dan juga untuk meningkatkan karir bagi pejabat tersebut. Dalam pada itu menurut Guntur ,pelaksanaan mutasi adalah berdasarkan Penilaian dan evaluasi secara sistematik dan komprehensif dengan tetap mempertimbangkan aspek profesionalitas,komitmen dan integritas terhadap organisasi serta sebagai bentuk implementasi dalam sistem pembinaan karir dalam lingkungan Polri . Dalam pada itu juga Guntur menyampaikan ucapan Selamat jalan kepada Perwira yang lama semoga sukses dalam melaksanakan tugasnya ditempat yang baru ,begitu juga dengan yang baru selamat bergabung dijajaran Polres Pelalawan ini ,mari kita ciptakan kekompakan dan kebersamaan dalam melaksanakan tugas sehingga terciptanya daerah yang kondusif.(Ishar.D)
Penanganan Kasus Korupsi Pelalawan Bagai Layang-Layang

Pangkalan Kerinci,(Global)
Begitu gencarnya media memberitakan tentang Kasus Korupsi di Pelalawan yang ditangani oleh pihak Kajati Riau maupun  Tipikor Polda Riau, terkesan bagaikan orang main layang –layang.
Pasalnya, berita tinggal berita namun tersangka yang sudah diberitakan sebagai tersangka bebas berkeliaran kemana –mana ,bahkan Kantor Bupati Pelalawan dalam setahun ini bisa terjadi 3 sampai 4 kali digeledah oleh Petugas tetapi sampai  detik ini belum ada satupun  yang tuntas. Dan ironisnya lagi, para tersangka masih  bisa menjabat sebagai pejabat bahkan Kepala Dinas . Atas kejadian itu  beberapa kalangan masyarakat minta kasus korupsi di Pelalawan bisa ditangani oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).

Salah seorang IRT Pangkalan Kerini bernama Lili(30) ketika dimintai pendapatnya mengenai hal itu,  menyesalkan sikap dan kinerja dari pihak penegak hukum yang tidak serius menangani kasus Korupsi di Kabupaten Pelalawan dan menjadikan kasus ini ibarat orang bermain layang layang.

Disaat  angin kencang benang  diulur- ulur ,kalau tak ada angin benang ditarek lagi,hal ini terlihat dari berita yang dimuat di media masa baik cetak maupun elektronik  bahwa beberapa pejabat tinggi di Pelalawan sudah dijadikan tersangka dan akan ditahan dalam waktu dekat ,namun kenyataannya tidak sesuai dengan yang dalam berita tersebut, ujar Irt itu dengan nada heran.

Dan yang lebih anehnya lagi, jelas Lili, kasus ganti rugi lahan  Bakti Praja  dalam tahun ini sudah 3 kali penggeledahan dilakukan oleh pihak Tipikor Polda Riau bahkan para pejabat yang  tergabung dalam Team 9 sudah dimintai keterngan tapi tidak satupun yang ditangkap dan dijadikan tersangka,ujarnya lagi.

Apakah  penggeledahan dan pemanggilan mereka untuk hal itu tentu atau dijadikan ATM berjalan ,dengan apa yang kita rasakan dan kita lihat saat ini sudah seharusnya Kasus Korupsi di Pelalawan ini ditangani langsung oleh KPK, terangnya.

Sementara Tokoh Mmasyarakat Pelalawan Nasir (46) mengaminkan hal tersebut dan menambahkan ,seberat apupun kasus kalau ditangani dengan serius oleh aparat penegak hukum pasti cepat selesai. Sebaliknya seringan apapun kasus kalau penanganannya seperti yang sekarang ini tidak akan bisa diselesaikan apalagi dengan menggunakan sistem bermain layang –layang,jadi wajar kepercayaan masyarakat Pelalawan terhadap penegak hukum semakin tipis, tuturnya.(ishar.D) 

D3, Gentayangan Menjelang Pemilihan Sekda Kabupaten Pelalawan
Pangkalan Kerinci,(Global) Terkait dengan semakin dekatnya penggantian Setda Kabupaten Pelalawan. Suasana didaerah ini semakin memanas bahkan politik kotor sudah merasuk kepada para kandidat yang berambisi untuk menjadi orang nomor 3 dijajaran Pemerintah itu. Dengan modus Dukungan ,Dukun,Duit, (D3) mulai terjadi, bukan hanya kelompok pendukung kandidat yang merasa sakit gigi dalam menyikapi hal ini bahkan para pejabat juga ikut merasakannya . Menurut supra natural Pelalawan dari Gunung Merapi berinitial Ki Gendeng Merapi kepada wartawan di Pangkalan Kerinci Kemaren ,jabatan yang diperebutkan oleh beberapa kalangan di Pelalawan dengan menggunakan metode sikut sikat kiri-kanan dan D3 itu sudah lumrah bagi kalangan pejabat,bahkan untuk mendapatkan ini mereka berusaha untuk mencari para normal dan minta dukungan kepada orang orang tertentu yang dianggap dekat dan disegani oleh bupati. Dan dapat terkesan jabatan sekda bukan hasil kinerja tapi berdasarkan ilmu hitam. Untuk itu kita berharap agar bupati Pelalawan memberikan jabatan Setda tidak asal pilih karena jabatan ini termasuk jabatan vital didalam pemerintah daerah, tuturnya. Syam salah seorang kaum ibu mengingatkan kepada Bupati Pelalawan agar memilih Setda yang akan datang mempunyai kriteria seperti Loyalitas yang tinggi terhadap pimpinan dan Pemkab Pelalawan dan jauh dari praktek D3. Hal sama juga disampaikan Uj, Warga Pangkalan Kerinci menambahkan, untuk menjabat Sedakab Pelalawan kedepan Bupati hendaknya tidak gegabah dan harus meneliti lebih dahulu mulai dari yang sebesar-besarnya sampai kepada yang paling kecil ,sehinggga Pelalawan kedepan terhindar dari segala yang melanggar hukum.(team).

Dalam Sebulan Sijago Merah Lahap 6 Rumah,Satu Gedung dan Ratusan Kios
Pangkan Kerinci,(Global) Kebakaran didaerah Sorek yang dalam satu bulan ini telah meludeskan ratusan kios,rumah petak dan gudang milik warga yang menandakan bahwa arwah sijago merah masih gentayangan diwilayah ini . Sebagai yang terjadi pada hari Minggu (3/11) kemarin kembali sijago merah menunjukan aksinya dengan melahap 6 petah rumah kontrakan dan 1 gudang toko harian milik Rizal pemilik Toko Elok Saiyo. Dan yang ironisnya, setiap terjadi kebakaran selalu asalnya arus pendek walaupun ada yang dari obat nyamuk atau lampu teplok dengan hal ini terkesan PLN selalu dijadikan tumbal dalam musibah kebakaran. Menurut keterangan yang dirangkum wartawan dilapangan dan beberapa saksi mata, asal api tidak diketahui yang jelas warga melihat api sudah keluar dari rumah petak yang berdekatan dengan gudang Toko harian Elok Saiyo milik Rizal. Untuk saja 6 (enam) penghuni rumah kontrak yang juga karyawan toko selamat dari amukan api sementara Net pemilik gudang mengatakan , saya sedikit lega pagi ini karena ruko masih selamat dari amukan sijago merah. Dan lebih jauh Net menjelaskan, kalaulah damkar terlambat datang mungkin terulang lagi peristiwa beberapa waktu lalu yang menghabiskan ratusan kios milik pedagang. Dan ini diaminkan oleh Ujang, karyawan yang tinggal dirumah petak sambil menambahkan. "Kami masih bisa bersyukur kepada Allah swt yang telah menyelamatkan kami dari kobaran api serta berterima kasih kepada masyarakat yang telah membangunkan kami dari kelelapan tidur sehingga kami dapat menyelamatkan diri,"ungkap Ujang. Dan terkait dengan asal api kami tidak mengetahui karena kami tahu ada api adalah adanya teriakan masyarakat, terangnya Sementara itu Kapolsek Pangkalan Kuras AKP Imam Seno saat dihubungi wartawan membenarkan peristiwa ini. Pihaknya tengah melakukan penyelidikan penyebabnya ,sementara data yang kita dapat api diduga berasal dari arus pendek,sedangkan kerugian diperkirakan puluhan juta rupiah,sebut Imam Seno.(Is)
Pangkalan Kerinci,(Global) Bupati Pelalawan HM Haris melaksanakan kurban dikampung halamannya sendiri yakni Kecamatan Langgam. Pada hari raya kurban itu Bupati Pelalawan HM Haris menyerahkan 4 ekor hewan korban kepada panitia kurban. Salah satu hewan kurban yang diserahkannya berukuran berat sekitar 758 kg, sedangkan yang 3 ekor lagi dipotong di Pangkalan Kerinci dengan berat badan tidak melebihi dari standar hewan korban biasa. Bupati Pelalawan H M Haris ketika ditemui wartawan di Pangkalan Kerinci Usai melaksanakan Shalat Iedul Adha mengungkapkan, pada hari raya Idul Adha tahun 1433 H ini dirinya memotong 4 ekor hewan korban satu diantaranya dipotong di Langgam dengan berat mencapai 758 kg sedangkan yang 3 ekor lagi kita laksanakan pemotongannya di Pangkalan Kerinci dengan berat badan biasa saja. Dari ketiga ekor hewan tersebut hewan ternaknya adalah 2 ekor kerbau dan satu ekor sapi,jelas Bupati Pelalawan itu. Dan semua daging hewan tersebut kita serahkan kepada masyarakat,katanya lagi. Disampaikan lebih jauh,kurban yang kita lakukan selain untuk menjalankan perintah Allah dan ajaran Agama Islam juga meningkatkan ketaqwaan kepada Allah swt serta mengukuhkan rasa kebersamaan dalam kehidupan ini. Selain itu, dengan berkurban ini kita berharap berharap rasa kebersamaan dan persatuan semakin kokoh di Pelalawan ini sehingga apa yang kita cita-citakan bisa tercapai dengan baik, terangnya. (Is)

Teks Foto : Bupati Pelalawan HM Harris didampingi Wakil Bupati Pelalawan Drs Marwan Ibrahim beserta Kapolres Pelalawan dan masyarakat Pelalawan bertakbir menjelang pelaksanaan Sholat Idul Adha 1433 H.
Teks Foto : Kabag Humas Pemkab Pelalawan menyambut rombongan Bupati Pelalawan HM Haris dan Wakil Bupati Pelalawan Drs Marwan Ibrahim yang mengikuti Pelaksanaan Idul Adha dilapangan.
Teks Foto : Ibu Bupati Pelalawan dan Ibu Wakil Bupati Pelalawan disalami protokoler bidang humas seusai sholat Idul Adha 1433 H.
Teks Foto : Bupati dan Wabup Bupati Pelalawan tengah berdoa usai melaksanakan Sholat Idul Adha.
Teks Foto : Bupati Pelalawan bersama masyarakat khusuk mendengarkan Khotbah yang disampaikan Ustad.
Teks Foto : Bupati Pelalawan HM Haris menyambut salam dari masyarakat seusai melaksanakan Sholat Idul Adha.
Teks Foto : Ibu HM Haris bersama masyarakat seusai Pelaksanaan Sholat Idul Adha.

Kejati Hanya Bisa Bicara Tapi Tak Bisa Kerja
PANGKALAN KERINCI. Hilangnya pemberitaan Islamic Centre dan Bakti Praja dimedia massa menjadi pertanyaan besar bagi beberapa kalangan. Pasalnya, kasus yang sudah digadang-gadangkan oleh Kejati Riau tentang penangkapan tersangka Kasus Islamic Centre yang merugikan Negara Miliaran rupiah menunggu waktu saja. Bahkan berita yang dilangsir dari salah satu media cetak Pekanbaru bahwa tersangka Kasus Islamic Centre akan segera ditangkap dan ditahan setelah lebaran tetapi kenyataannya sampai detik ini semua tersangka kasus ini masih saja berkeliaran alias tak ditangkap. Bahkan Ketua Difinitif DPRD Pelalawan H Zakri yang telah ditetapkan oleh Kejati Riau sebagai tersangka utama dalam kasus ini masih saja bisa menikmati Kehidupan di alam bebas. Hal sama dengan Ir Syahril, yang kini mendapat posisi sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Dengan hal itu, terkesan dalam kasus ini pihak Kajati hanya bisa ngomong tapi gak bisa bekerja . Menurut salah seorang warga Pangkalan Kerinci Ermi (37) kepada wartawan mengatakan, kita sangat menyayangkan sikap dari pihak Kejati Riau yang hanya bisa ngomong tapi tak bisa melaksanakan karena kasus Islamic Centre yang sudah diberitakan baik media cetak maupun electronik akan tersangkanya sudah ada dan akan ditangkap habis lebaran tahun 2012 namun hingga saat ini para tersangka masih saja tetap bekerja sebagai petinggi Di Kabupaten Pelalawan , bahkan yang dielu-elukan sebagai tersangka utama yakni H .Zakri yang juga Ketua Difinitif DPRD Pelalawan dan Ir Syahril kini menduduki jabatan Kepala Bappeda Pelalawan sedangkan T Farhan ST menjabat Kadis Cipta Karya,ujarnya. Dengan begini, kita curiga dengan kinerja pihak Kejaksaan Tinggi Riau yang terkesan lamban bahkan kasus ini bagaikan cerita dongeng,tuturnya.(team/Is)

Berjumlah RP 75 JUTA, Dipertanyakan Penyalurannya
PANGKALAN KERINCI. Diduga dana peliputan untuk wartawan bernilai Rp 75 juta beredar pada Sidang Paripurna Istimewa yang dilaksanakan di Gedung Daerah DatukLaksemana Mangkudiraja, Jumat (12/10) lalu. Tetapi dengan nilai sebanyak itu masih diragukan penyalurannya, pasalnya dari jumlah wartawan yang ada di Pelalawan berkisar 150 orang dengan jumlah dana yang dibagikan bervariasi, ada yang diberi Rp 400.000 dan adapula yang hanya diberi Rp 200.000/permedia masih jauh dari jumlah yang dianggarkan apalagi dalam satu Media hanya 1wartawan , ini juga akan semakin kecil jumlah Anggaran yang dikeluarkan untuk kegiatan itu. Disini jelas bahwa diduga Humas DPRD Pelalawan telah melakukan melakukan Mark Up anggaran tersebut. Dan yang lebih parahnya daftar nama wartawan yang melaksanakan tugas tidak sesuai dengan nama yang ada didaftar penerimaan uang, contohnya koran Haluan Riau wartawannya Supendi tapi dalam daftar namanya Ibrahim, selain itu cukup banyak ketimpangan yang telah dilakukan bagian Humas Sekwan Pelalawan. Bisa dikatakan dana peliputan pertahun untuk kegiatan DPRD juga tak jelas sampai sekarang ini . Menurut informasi yang berhasil dirangkum, disertai keterangan salah seorang wartawan media electronic yang ditemui di kantor Humas DPRD Pelalawan kemaren usai mempertanyakan dana tersebut mengatakan, kita sangat menyayangkan sikap dari Bagian Humas Toni dalam pembagian dana bantuan peliputan kegiatan sidang paripurna istimewa yang tidak transparan dan penuh kecurangan. Karena antara dana yang dianggarkan jauh lebih besar dari dana yang dibagikan,dimana diketahui dana peliputan berjumlah Rp 75 juta, dibagikan kepada 68 media yang hanya menerima Rp 400.000,ujar wartawan media eleltronik tersebut. "Jumlah ini jauh lebih kecil dari dana yang diambil oleh Bagian Humas, maka dalam hal ini kita berharap agar pihak Kejaksaan menelusuri penggunaan dana tersebut dan yang lebih aneh lagi PPTK kegiatan yakni Ton ketika dimintai daftar wartawan yang menerima bantun tidak mau memberikannya sehingga ditutup-tutupi",jelasnya wartawan itu lagi. Salah seorang karyawan di Kantor DPRD yang tidak sudi disebut namanya mengungkapkan kepada wartawan, kemaren mengatakan, Toni sebagai PPTK dalam pengadaan di DPRD Pelalawan ini dan cukup banyak pekerjaannya yang tak sesuai bestek diantaranya Situs DPRD yang dananya begitu besar sudah tidak jalan lagi. Dan terkait dengan absen wartawan itu banyak rekayasa karena yang menanda-tangani absen tersebut bukan orangnya tapi pandai-pandai dia saja,ujar karyawan itu. Maka dari itu kita berharap agar pihak kejaksaan untuk sesegera mungkin memeriksanya,tegasnya lagi. Sementara Sekwan DPRD Pelalawan ketika ditemui wartawan, menyerahkan sepenuhnya kepada Kabag Risalah Persidangan sementara Kabag Risalah Persidangan Basyarudin saat dijumpai wartawan diruangan kerjanya mengakui bahwa dalam persidangan itu gawenya kita tapi pendataan wartawan itu adalah gawenya bagian Humas . Dan terkait dengan banyaknya wartawan yang tidak mendapatkan bantuan Dana Peliputan Sidang Paripurna Istimewa itu, yang mendata Bagian Humas dan kita hanya menerima laporan saja, terangnya. Sementara itu Ketua Difinitif DPRD Pelalawan H Zakri ketika dikonfirmasi mengenai hal itu melalui Telpon selulernya, bukan dapat jawaban tapi dapat kata- kata ancaman. (team)

Seorang Perwira Harus Berjiwa Besar Bukan Preman Pangkalan Kerinci,(Global) Terkait dengan peristiwa yang terjadi pada tanggal 16 Oktober 2012 di Pandau jaya Kabupaten Kampar, kami dari Forum Media Bersatu Pelalawan (FMBP)mengecam keras perlakuan oknum anggota TNI AU terhadap rekan kami yang melaksanakan tugasnya, maka dari itu kami meminta kepada Komandan Lanud Pekanbaru- Riau untuk bisa anggotanya yang telah melakukan penganiayaan dan memprosesnya secara hukum sesuai dengan aturan dan undang undang yang berlaku serta mengembalikan barang yang dirampas kepada pemiliknya seperti semula tidak cacat sedikitpun,demikian disampaikan Jambul, jurubicara (jubir) FMBP kepada wartawan,kemarin. Disebutkan Jambul, kekerasan yang dilakukan anggota TNI AU terhadap wartawan adalah criminal murni dan juga sudah melanggar Undang undang no 40 tahun 1999, tentang Pers dan juga didalam Korps TNI AU,tindakan oknum itu sudah melanggar sumpah Sapta marga yang diucapkan mereka setiap upacara. Maka dari itu, bagi para pelaku kekerasan ini wajar mendapat ganjaran dari pimpinannya,tegas Jambul lagi. "Kita juga sangat menyayangkan tindakan arogansi yang dilakukan seorang Perwira TNI AU yang tidak menunjukkan jiwa sapta marga terhadap masyarakat,sehingga dengan hal seperti ini TNI AU menjadi jelek dimata masyarakat,"ungkap Jubir FMBP. Dalam hal ini, kita berharap agar anggota TNI patuh dan taat kepada undang –undang yang berlaku serta melaksanakan Sapta Marga,sumpah dan janji Prajurit,pintanya lagi.(team/Is)

Wartawan Kesulitan Mendapatkan Informasi
Pangkalan Kerinci,(Global) Peraturan yang dibuat Perusahaan PT RAPP terhadap insan Pers membuat para jurnalistik kesulitan untuk mendapatkan data-data yang akurat tentang peristiwa yang terjadi didalam komplek tersebut. Bahkan terkadang orang yang meninggal ditelan pabrik tidak pernah terkuak ketengah masyarakat ataupun kepihak Terkait baik Polisi maupun Disnaker. Dan ironisnya Undang Undang Pers yang disahkan oleh Presiden dan disetujui oleh para wakil rakyat dikalahkan oleh peraturan Perusahaan ,sehingga terkesan Perusahaan lebih berkuasa dari pemerintah sebagaimana yang terjadi baru baru ini ,salah seorang karyawan kontraktor yang bekerja di Areal Chips Scrining atau tempat penyincangan kayu tewas dengan kondisi mengenaskan, dimana tangan dan kaki hancur serta mata membiru karena dijepit conveyor. Menurut keterangan yang dirangkum wartawan dilapangan disertai keterangan dari teman korban yang tidak mau ditulis namanya ,korban yang baru satu hari bekerja sebagai salah satu sub contractor PT RAPP ditugaskan di Areal Chips secrining (Wood Yeard ), ditengah hari kami diberitahu ada karyawan terjepit coveyor ,setelah kami lihat ternyata benar korban telah tewas dengan kondisi yang mengenaskan, namanya kami tidak begitu kenal. Hendri (45) warga Pangkalan Kerinci kepada wartawan kemarin mengungkapkan , kita akui sampai saat ini kita tidak tahu apa yang terjadi di komplek dan pabrik kertas tersebut dan ini semua adalah dikarenakan peraturan Perusahaan lebih tinggi dari peraturan dan undang – Undang yang dibuat oleh Pemerintah. Selain itu wartawan yang mempunyai undang undang tersendiri dalam melaksanakan kegiatannya juga kesulitan untuk mengetahui apa yang terjadi di lingkungan PT RAPP tersebut. Sementara itu Pihak PT RAPP melalui bagian Humas saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya mengungkapkan bahwa pihaknya belum ada mendapatkan berita tentang peristiwa itu begitu juga dengan pihak terkait tidak mengetahui peristiwa ini . Hal senada juga disampaikan Kapolres Pelalawan AKBP Guntur Aryo tejo saat dihubungi melalui telpon selulernya mengungkapkan, hingga saat ini kami di Polres tidak ada laporan mungkin saja di Polsek Pangkalan Kerinci , begitu juga dengan Polsek Pangkalan,tuturnya mengakhiri.(Is)