Arrow

MENUJU RIAU 1//////////////////////////////

MENUJU RIAU 1//////////////////////////////


You are browsing with label: Showing posts with label kabar riau. Show all posts


Sepanjang 2 KM untuk Habiskan Anggaran Rp  40 Milyar 

Pekanbaru,(Global)
Untuk mengatasi arus lalu lintas yang semakin padat akses Riau-Sumbar, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), telah merencanakan membangun jalan raya bebas hambatan (highway). Jalan tersebut menghubungkan Pekanbaru-Danau Bingkuang, Kabupaten Kampar.

Disampaikan Kepala Dinas (Kadis) PU Riau, SF Hariyanto, Kamis (22/11), di ruang komisi C gedung Lancang Kuning, pembangunan Highway tersebut direncanakan tahun 2013 mendatang dengan panjang 2 Km untuk anggaran Rp 40 miliar.

Disampaikan Kadis PU Riau itu, Detailed Engineering Design (DED) sudah ada, tinggal menyusun rencana pembangunannya saja.

"Jalan highway ini sangat perlu, mengingat jalur Pekanbaru-Danau Bingkuang ini sangat padat dilewati oleh
kendaraan. Tanpa jalan raya bebas hambatan ini, kita tidak akan pernah berkembang, karena semua daerah telah membuktikannya,"terang SF Hariyanto dihadapan anggota Komisi C DPRD Riau.

Menyangkut  dengan pembebasan lahan, kata SF Hariyanto, sudah tidak ada masalah. Pihaknya telah membebaskan lahan yang akan terkena jalur pembangunan highway tersebut, karena jauh-jauh hari Dinas PU telah mempersiapkannya.

Lebih lanjut, dikatakannya,  untuk lebarnya direncanakan masing-masing 10 meter. Dibangun dua jalur, dengan pembatas jalan selebar 80 centimeter. Sehingga, dengan adanya highway ini maka jalur Pekanbaru-Dumai dipastikan akan lancar. Apalagi saat-saat tertentu, seperti Hari Raya Idul Fitri.

"Jalur ini merupakan lintas provinsi, jadi banyak dilintasi oleh kendaraan baik Sumatera maupun Jawa. Apalagi ketika jalur mudik. Melalui highway ini, kita pastikan jalur ini lancar,"lanjut Kadis PU Riau itu lagi.

Sementara itu, ketua Komisi C DPRD Riau, Azis Zainal, membenarkan rencana pembangunan highway tersebut. Ditegaskan Azis Zainal, Komisi C DPRD Riau sangat mendukung pembangunan highway ini, karena dengan adanya jalan raya bebas hambatan ini bisa memperlancar jalur Pekanbaru-Danau Bingkuang. sebab. selama ini jalur tersebut kerap sekali terjadi kemacetan. Apalagi, dalam waktu-waktu tertentu. Seperti, musim mudik.

"Ya, kita mendukung sekali pembangunan highway ini. Karena, memang sudah sangat dibutuhkan. Apalagi, di seluruh provinsi di Indonesia sudah membuktikannya,"ujar Politisi PPP ini.(Lny)

Pekanbaru,(Global)
Gubernur Riau HM Rusli Zainal bertindak sebagai Inspektur upacara hari pahlawan ke-67 yang diperingati setiap tanggal 10 November yang betempat di halaman Kontor Gubernur Riau. Dalam amanahnya, Gubri mengatakan hari pahlawan ini sebagai moment bagi semua orang dan khusunya generasi muda sebagai pahlawan pembanguan dalam mengisi kemerdekaan.

"Hari ini merupakan hari yang sangat bersejarah bagi kita semua, bertepatan dengan hari pahlawan. Untuk itu marilah kita memaknai hari pahlawan ini sebagai momont pahlawan pembangunan dalam mengisi kemerdekaan Indonesia dengan bekerja keras," kata Gubernur Riau HM Rusli Zainal kepada wartawan riauterkini.com, Sabtu (10/11) seusai upacara di halaman Kantor Gubernur Riau.

Disampaikan Gubri , kemerdekaan yang dinikmati saat ini oleh rakyak Indonesia tidak lepas dari para pendahulu dan para suhada yang telah mengorbankan waktu, tenaga, harta dan keluarga. Tapi lepas dari itu, tambah Gubri para pahlawan pejuang ini juga rela mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan.

"Maka sudah sepantasnya kita menghormati dan memaknai nilai-nilai kemerdekaan yang diperjuangkan para pendahulu kita. Mereka mengorbankan tenaga, harga, jiwa dan raganya bahkan keluargaanya demi mempersembahkan kemerdekaan untuk bumi pertiwi yang kita banggakan," ujarnya.

Sebagai bentuk penghargaan rakyat terhadap para pahlawan bangsa. Gubri mengharapkan kepada rakyat untuk bekerja keras, ulet dan bagimana membangun Indonesi ini lebih baik, lebih maju dan bermartabat sesuai dengan profesi masing-masing.

"Sehingga makna hari pahlawan ini kita tanamkan dalan diri kita dan bagi generasi muda kita, untuk meningkatkan harkat dan bartabat bangsa kita di mata bangsa lain. Agar berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah," sebut Gubri.

Dalam hari pahlawan tanggal 10 November 2012 ini, bertemakan "Semangat kepahlawanan untuk Indonesia sejahtera". Dalam sambutannya Gubri mengatakan, saat ini berbagai permasalahan timbul di tengah-tengah masyarakat yang memprihatikan dan diperlukan solusi yang tepat dalam menganggulangi dan mengantisipasi.

"Diperlukan semangat kesatuan, cinta tanah air dalam menghindari konflik dan permasalahan yang timbul di tengah-tengah masyarakat. Dan momont ini kita jadikan mempersatukan bangsa kita," himbuh Rusli Zainal.(Rtc/Rgc)

Pekanbaru,(Global)
Dipastikan ada dua negara akan dikunjungi para anggota DPRD Riau yakni Amerika dan Australia,ujar Kepala Bagian (Kabag) Umum DPRD Riau Abdul Razak kepada wartawan,Selasa (06/11) siang.

Dan sebatas pengetahuan saya ada dua negara yang akan dikunjungi anggota DPRD Riau yakni Amerika dan Australia,katanya lagi.

Tetapi, kunjungan ke Luar Negeri diketahui akan ditunda mengingat padatnya jadwal pada anggota DPRD Riau itu lagi,jelas Abduk Razak lagi.

Dan yang pasti, silahkan menghubungi Sekwan atau biro keuangan saja karena merekalah yang lebih mengetahui persoalan itu,saran Kabag Umum DPRD Riau.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Riau, Zulkarnain Kadir membenarkan hal tersebut. Namun dirinya menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada pembahasan lebih lanjut terkait itu, termasuk rute yang akan dituju. Dan yang pasti dana untuk keluar negeri itu sudah ada dan kemana tujuannya tentu akan diputuskan Dewan,tutup  Zulkarnain Kadir.(Rgc)
Bulan Agustus 2012 Sebesar 4,30 Persen

Pekanbaru,(Global)
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Riau sebesar 4,30 persenm, yang berarti turun jika dibandingkan dengan tingkat penggangguran terbuka (TPT) 2011 yang hanya mencapai 5,32 persen,demikian disampaikan Kepala BPS Provinsi Riau Drs Mawardi Arsyad dalam relaese BPS Riau, Senin (5/11) kemarin.

Disebutkan Mawardi, jumlah angkatan kerja di Provinsi Riau pada bulan Agustus 2012 mencapai 2.506.776 orang, jika dibandingkan dengan total penduduk usia 15 tahun keatas yang berjumlah 3.985.257 orang maka tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) Provinsi Riau sebesar 62,90 persen.Dan jumlah penduduk yang berkerja di Provinsi Riau pada bulan Agustus 2012 sebanyak 2.399.002 orang, dengan rincian sebanyak 903.034 orang bekerja didaerah perkotaan dan sebanyak 1.495.968 orang bekerja didaerah pedesaan.

Dan jumlah pengangguran,rinci Kepala BPS Riau, pada bulan Agustus 2012 sebanyak 107.774 dimana sebanyak 56.898 orang pengangguran berada didaerah perkotaan dan sisanya sebanyak 50.876 orang berada didaerah pedesaan. Maka dengan demikian tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Provinsi Riau pada Agustus 2012 sebesar 4,30 persen, jika dibandingkan menurut daerah maka TPT didaerah perkotaan adalah 5,93 persen lebih tinggi dibandingkan dengan TPT daerah pedesaan sebesar 3,29 persen dan tingkat pengangguran yang terbesar terjadi di Kota Pekanbaru yaitu sebesar 7,87 persen dan yang terkecil di Kabupaten Kuansing sebesar 2,05 persen.

Adapun status pekerjaan mendominasi tenaga kerja di Provinsi Riau pada periode Agustus 2012 adalah buruh/karyawan yaitu sebesar 38,51 persen, hal yang sama terjadi baik di daerah perkotaan maupun pedesaan, sedangkan status pekerjaan yang terendah statusnya di Provinsi Riau adalah tenaga kerja yang berkerja bebas di non pertanian yaitu sebesar 2,81 persen, tetapi jika dilihat menurut daerah maka daerah perkotaan yang paling kecil  adalah tenaga perkerja bebas sebesar 5,48 persen,ujar Drs Mawardi Arsyad yang didamping staf BPS Riau itu.

Adapun yang mendominiasi penyerapan tenaga kerja adalah pertanian, dimana pada periode Agustus 2012 tercatat 44,73 persen, tetapi jika dibandingkan menurut daerah maka akan terlihat didaerah pedesaan dan sektor pertanian sangat dominan dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 66,24 persen dan untuk daerah perkotaan hanya sebesar 9,09 persen,Sedangkan jika dilihat menurut kabupaten/kota penyerapan tenaga kerja disektor petanian terbesar didaerah Kabupaten Indragiri Hilir yaitu mencapai 75,87 persen dan terkecil di Pekanbaru hanya sebesar 3,79 persen,tuturnya sambil mengakhiri.(Rgc)


Ekspor Naik 36,48 Persen,Impor Turun 28,01 Persen

Pekanbaru,(Global)
Nilai ekspor Riau bulan Juli 2012 mencapai US$ 1.858,74 juta atau mengalami peningkatan sebesar 36,48 persen dibandingkan ekspor bulan Juni 2012 yang hanya mencapai US$ 1.358,98 Juta, dan itu terjadi sebaliknya dengan nilai impor Riau bulan Juli 2012 mencapai US$ 199,65 juta atau turun 28,01 persen dibanding impor bulan Juli 2012 yang mencapai US$ 277,34 juta,demikian disampaikan Kepala BPS Provinsi Riau Drs Mawardi Arsyadd,MSc kepada wartawan dalam release bulanan,Senin (01/10) siang.

Disebutkan Mawardi,ekspor migas bulan Juli 2012 mencapai US$ 475,33 juta atau  turun 4,49 persen dibanding ekspor migas bulan Juni 2012,sedangkan selama Januari-Juli 2012 ekspor migas mencapai US$ 3.862,61 juta atau mengalami penurunan sebesar 3,31 persen dibanding periode yang sama sebelumnya,sementara untuk impor migas bulan Juli 2012 mencapai US$ 43,93 juta atau turun 11,35 persen dibanding impor bulan Juni 2012 yang sebesar 49,57 juta sedangkan impor migas Januari-Juli 2012 sebesar US$ 281,89 juta dibandingkan dengan Januari-Juli 2011 sebesar US$ 202,52 juta mengalami kenaikan sebesar 39,19 persen.

Untuk ekspor non migas,lanjut Kepala BPS Riau itu lagi,pada bulan Juli mencapai US$ 1.379,40 juta atau naik 60,15 persen dibanding ekspor non migas bulan Juni 2012,kumulatif ekspor non migas selama Januari-Juli 2012 mencapai US$ 7.332,94 juta atau naik 1,04 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.Sementara Impor non mogas Juli 2012 mencapai US$ 155,71 juta atau turun 31,64 persen dibanding impor bulan Juni 2012 yang sebesar US$ 227,78 juta,jika dibandingkan dengan impor non migas periode Januari-Juli 2012 yang mencapai US$ 1.021,10 juta mengalami kenaikan sebesar 7,96 persen terhadap periode yang sama tahun sebelumnya,tambahnya lagi.

Diteruskannya lagi, untuk bulan Januari-Juli 2012 ekspor non migas didominilasi oleh lemak dan hewani/nabati (HS 15) sebesar US$ 4.935,25 juta (67,30 persen), diikuti oleh kertas dan karton (HS 46) sebesar US$751,30 juta (10,25 persen) serta bubur kayu/pulp (HS 47) US$ 650,94 juta (8,88 persen),kontribusi ketigasnya mencapai 86,24 persen dari total ekspor non migas Riau, sementara itu selama Januari-Juli 2012 impor non migas didominasi oleh pupuk dengan nilai US$ 235,55 juta (23,07 persen) diikuti mesin-mesin/.pesawat mekanik US$ 194,94 juta (19,09 persen),mesin peralatan litsrik US$ 100,18 juta (9,81 persen) dan kertas dan karton US$ 49,06 juta (4,48 persen) dengan kontribusi kelimanya mencapai 61,88 persen.

Dirinci Kepala BPS Riau, ekspor non migas selama Januari-Juli 2012 paling tinggi ke China mencapai angka besar yaitu US$ 1.308,94 juta (17,85 persen), diikuti India US$ 1.124,00 juta (15,33 persen), Malaysia US$ 652,72 juta (8,90 persen), Belanda US$ 615,07 juta (8,39 persen) dan Bangladesh US$ 316,46 juta (4,32 persen) dengan kontribusi kelimanya mencapai 54,78 persen,sementara impor non migas selama Januari-Juli 2012 dari China mencapai angka terbesar US$ 149,02 juta (14,59 persen), diikuti Kanada US$ 141,91 juta (13,90 persen),Singapura US$ 140,55 juta (13,76 persen),Malaysia US$ 133,42 juta (13,07 persen) dan Amerika serikat US$ 94,42 juta (9,25 persen) dengan kontribusi kelimanya mencapai 64,57 persen.

Dan menurut sektor ekspor hasil pertanian,hasil pertambangan dan lain-lainnya selama Januari-Juli 2012 mengalami penurunan masing-masing sebesar 21,48 persen dan 38,34 persen sedangkan hasil industri meningkat sebesar 1,76 persen dibanding periode yang periode yang sama tahun 2011.(Rgc)

Terkait Tuntutan Masyarakat Pulau Padang
Pekanbaru,(Global) Komisi A DPRD Riau akan berkordinasi dengan Pemprov Riau terkait tuntutan warga Pulau Padang dan Pulau Rupat, untuk meminta Gubernur Riau untuk segera mengeluarkan rekomendasi untuk menghentikan operasional PT RAPP dan PT SRL. Disampaikan Masnur pada pertemuan yang dengan perwakilan STR Riau, pemerintah daerah baik gubernur maupun DPRD tidak memiliki kewenangan untuk menstatus quokan untuk mencabut izin konsesi suatu perusahaan. Dan tentunya yang berhak mencabut suatu izin adalah lembaga yang memberikan izin atau hasil keputusan pengadilan,ujar Ketua Komisi A DPRD Riau itu. Jika berbuat seperti itu, DPRD bisa dituntut jika mengeluarkan keputusan untuk menstatus quokan suatu izin. Demikian juga dengan kepolisian, juga tidak berhak untuk itu," terang Masnur kepada perwakilan warga Pulau Padang dan Pulau Rupat yang dilangsungkan diruang Komisi A DPRD Riau, Selasa (25/9) Namun,ditegaskannya, jika diperlukan Komisi A akan berkordinasi dengan pemerintah daerah untuk meminta pengadilan menstatus quokan izin dua perusahaan tersebut. Untuk itu dalam waktu dekat ini Komisi A berjanji segera mengagendakan pertemuan dengan pemerintah daerah dan perusahaan terkait untuk membicarakan tuntutan warga Pulau Padang dan Rupat tersebut. Pertemuan yang juga dihadiri anggota Komisi A lainya seperti Riki Haryansyah dan Hasmi Setiadi itu menegaskan,Komisi A telah melakukan kunjungan lapangan. Dari peninjauan lapangan kemarin, kami menemukan fakta-fakta sesuai dengan apa yang telah dilaporkan oleh masyarakat. Karena itu, Komisi A DPRD Riau telah mengeluarkan sikap melalui rekomendasi komisi kepada pemerintah daerah,tuturnya mengakhiri.(Rgc)
Parkir Semraut

Pekanbaru,(Global). Acara penutupan PON XVIII, yang dilangsungkan di main stadium Panam, Pekanbaru, Kamis (20/9) memang spektakuler. Jauh berbeda dengan opening ceremony (9/9) pekan lalu, dimana sebagian tribun dihiasi kursi kosong. Namun, antusias penonton pada acara puncak iven empat tahunan se tanah air yang ditutup Wakil Presiden RI Boediono, itu benar-benar memblundak atau jauh melebihi kapasitas seat main stadium. Meskipun demikian, panitia sudah menyiapkan antisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu efektifitas acara penutupan, namun panitia terkesan luput menyiasati kesemrautan parkir., Tanpa petunjuk dan rambu-rambu di area parkir sehingga akses sangat semraut menjadi cerita tersendiri dibalik menggeloranya acara penutupan itu. Kenapa tidak, ternyata panitia sengaja menjual tiket jauh lebih banyak dari kapasitas main stadium, dengan harapan keuntungan yang berlipat ganda. Padahal, kapasitas tempat duduk hanya 43 rb kursi sedangkan penonton jauh lebih besar jumlahnya. Dari pantauan media ini, membludaknya penonton menyerbu setiap pintu masuk tribun di main stadium Riau, sehingga tidak terkontrol oleh tim penjaga pintu. Akibatnya, yang memakai tiket dengan yang tidak memakai tiket berdesakan masuk tanpa pengawalan yang berarti. Sehingga jeblos masuk ke tribun tanpa mempertimbangkan tiket yang dibandrol panitia Rp50 rb-RP1 juta. Tentu saja kondisi tersebut membuat penonton yang terlanjur membeli tiket kecewa. Apalagi mereka banyak yang tak dapat bagian untuk bisa masuk karena kalah bagi mereka yang sama sekali tak memiliki tiket. Meski panitia menyediakan layar lebar di luar arena, sebagai antisipasi membludaknya penonton, namun hal tersebut tidak menpan. Pada detik-detik ribuan "penari olang-olang" menyuguhkan atraksi yang memukau mata, penonton yang memenuhi tribun bergemuruh memberikan apresiasi. Gema riuh penonton yang terdengar ke luar arena menyentrum semangat ribuan penonton yang masih berada di luar untuk kembali menyerbu setiap pintu. Bahkan, sempat terjadi dorong-dorongan di pintu masuk dengan petugas. "Kami telah membeli tiket woi,"teriak Asrul yang kesal di depan pintu masuk kepada petugas keamanan. Tidak hanya Asrul, pembeli tiket yang lainnya, orang tua, pemuda, pemudi, anak-anak, tak bisa menahan geram, sehingga mereka mendorong-dorong pintu yang pagar aparat kepolisian dan TNI. Sisi lain dari sebuah acara spektakuler tersebut menjadi hiburan tersendiri ketika di saat Gubernur Riau, Rusli Zainal dengan gagahnya menyampaikan sambutannya dihadapan ribuan penonton yang menggelora. Di pintu akses menuju lapangan langsung, dekat obor api PON, penonton yang telah lama berdesakan akhirnya luput dari pengawasan. Mereka memasuki lapangan, sehingga area tempat para penari berdiri, diamuk massa. Dengan kejadian tersebut, petugaspun kembali menutup pintu yang sempat terbuka. Bagi mereka yang sudah terlanjur memadati sudut lapangan, yang terdiri dari orang tua, anak-anak dan pasangan muda mudi, harus rela diusir kembali oleh Sat Brimob yang sedang berjaga. Meski di antara mereka ada yang mencoba protes, namun usaha tersebut gagal. "Kami sudah beli tiket pak, tolong jangan usir kami. Anak-anak saya pengen menonton. Tolong jangan usir kami,"pinta bu Wasidah dengan 3 orang anaknya yang masih kecil-kecil. "Tidak bisa buk. Ini bukan arena bagi pembeli tiket. Pembeli tiket di tribun sana. Cari lah pintu kesana,"tegas seorang petugas keamanan yang berseragam Brimob. "Mohonlah kami pak. Kasihanlah anak-anak kami,"pintanya lagi sembari membimbing tangan anaknya, dan akhirnya terpaksa balik kanan yang diikuti dengan penonton lainnya. Pada kejadian tersebut, petugas keamanan sempat mengusir 2 wartawan peliput PON yang memakai ID resmi. Sehingga terjadi perdebatan, meski kemudian wartawan tersebut kembali diizinkan meliput di area api PON tersebut. Semakin malam acara semakin menarik, apalagi ketika Boediono menutup PON secara resmi, dan bendera PON diserahterimakan dari tuan rumah Riau kepada calon tuan rumah, Jawa Barat untuk 4 tahun ke depan. Apalagi, sederatan artis ibu kota memberikan hiburan yang jarang bisa dinikmati masyarakat Riau secara langsung begitu. Memang ada yang menyedihkan, bagi masyarakat yang belum punya kesempatan masuk sejak awal meski tiket sudah ditangan, kembali berbondong-bondong masuk ke lapangan ketika acara sudah usai. Perjuangan penonton yang mau meninggalkan lapangan, terhalang oleh mereka yang ingin melihat kemeriahan acara di dalam. Padahal, tak ada lagi acara, tak ada lagi artis ibu kota bernyanyi di panggung, tak ada lagi laser yang dimainkan, tak ada lagi letupan kembang api yang membahana Bumi Lancang Kuning, apalagi sesosok wapres RI, Boediono dan Gubri Rusli Zainal. Tak ada lagi, mereka sudah lenyap, jauh sebelum laser dimatikan. Mereka yang sudah sampai di dalam, hanya bisa tercenung, takjub bahwa gemuruh dan kemeriahan acara hanya tinggal dalam bayangan. Meraka hanya terpesona menikmati keramaian bak lebah rombak dari sarangnya. "Eee udah abis acaranya. Hee kayak gini ya di dalamnya,"kata Sovia sambil menghibur anaknya, yang dari awal berusaha masuk, namun seusai acara baru dapat masuk. Saat dihampiri media ini, dia mengaku sejak awal hanya berdiri dipintu masuk bagian utara. "Kami baru dapat masuk dek. Padahal tiket sudah dibeli,"sebutnya. Tak seorang dua yang bernasib sama dengan Sovia, mereka seribuan, di antaranya para orang tua, bapak-bapak, anak-anak, pasangan muda-mudi. Bahkan, di antaranya, ada yang sengaja datang dari tempat tinggalnya pinggiran kota dengan menyewa mobil pick up. Antusias ini memang menyisakan banyak cerita. Semuanya hanya ada dalam semangat nasionalis, rasa cinta pada negeri, tapi mata mereka tak berkesempatan melihat letupan kembang api di akhir acara. Kasihan. Parkir Semraut Cerita beralih ke lapangan parkir usai acara. Dari beberapa iven besar yang ditaja di main stadium Riau, seperti AFC dan pembukaan PON minggu lalu, perihal parkir yang terus menuai kritik, tidak menjadi pelajaran juga pada acara spektakuler penutupan PON itu. Sehingga, kendaraan roda 4 dengan roda 2 dilokasi diparkir di areal yang sama, alias bercampur. Hal tersebut membuat arus keluar simpang siur tanpa pengawalan yang berarti dari panitia dan polisi. Dikatakan , Viktor Simamorang, sorang pensiunan Polisi, menurutnya panitia harus membuat rambu-rambu parkir jauh-jauh hari sebelumnya. Seperti adanya aba-aba dengan tulisan di setaip blok are parkir itu. Misalnya, parkir kendaraan roda dua, blok I, II dan seterunya. "Harusnya ada rambu-rambu parkir, seperti pembuatan nama blok parkir. Sehingga masyarakat tidak kebingunagan, apalagi bercampur kendaraan roda2 dengan roda 4,"katanya. Memang, banyak masyarakat yang deg-degan sebelum bisa menemukan di mana letak kendaraannya. Karena, posisi dan area parkir rata-rata sama tanpa ada petunjuk yang disediakan sebelumnya. Padahal area tersebut rata-rata mirip dan susah membedakan. Selain itu, penumpukan kendaraan dari parkir hingga gerbang utama terjadi berjam-jam. Karena, akses keluar tidak ada pengawasan dan aturan yang menyisiasati perihal yang sudah sering terjadi itu.



Pekanbaru,(Global)
Pihak Panitia Besar (PB) PON XVIII Riau , tidak akan mengembalikan tiket yang telah dibeli masyarakat atas banyaknya asumsi masyarakat atas acara pembukaan atau Ceremonial PON XVIII yang dibuka oleh Presiden RI Soesilo Bambang Yudoyo,beberapa waktu lalu,demikian ditegaskan Ketua Harian PB PON XVIII Riau H Syamsurizal didampingi Ketua IV PB PON Joni Irwan dalam konfrensi Pers yang diadakan, Senin (17/09) siang.

Dijelaskan Syamsurizal,dan sudah dipersiapkan dari awal dengan pihak-pihak terkait dan penjualan tiket itu berfungsi sebagai reguler untuk mengantisipasi keselamatan termasuk keamanan Bpk Presiden. Jadi penjualan tiket tersebut untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan karena bisa saja dalam keadaan seperti itu keamanan kepala negara itu bisa terancam oleh pihak-pihak yang tidak diinginkan tegas Ketua Harian PB PON Riau itu.

Jadi, direncanakan penutupan PON XVIII tahun ini akan diramaikan artis papan atas. seperti Ahmad Dani, Ari Lasso, Ruth Sahanaya, Titi DJ dan lainnya,jelas Syamsurizal.

Sementara itu dalam rapat persiapan penutupan yang dipimpin langsung oleh Gubri HM Rusli Zainal SE MP kemarin yang dilakukan di ruang konferensi pers Main Stadium, Senin (17/9).

Hadir dalam acara tersebut Wakapolda, Kasrem, Kadishub dan sejumlah panitia inti lainnya. "Kita ingin penutupan acara ini menjadi sejarah yang membanggakan bagi Riau
jadi tolong semua panitia paham apa yang jadi tanggungjawab masing-masing,"
ungkap Gubri.

Menurutnya, yang selama ini menjadi kendala selama pembukaan PON lalu perlu dievaluasi lagi dan tidak boleh terulang lagi. "Panitia tolong bersiap jauh lebih awal dari acara yang akan berlangsung," pintaya.

Disampaikannya, sejumlah kendala yang terjadi di acara pembukaan seperti konsumsi yang terjebak macet mengakibatkan banyak pendukung acara yang tidak mendapat makanan jangan sampai terulang. "Itu semua karena panitia tidak memperhitungkan segala kemungkinan yang terjadi dan tidak bersiap dari awal. Saya tidak mau hal ini terulang lagi," tegasnya.

Selain itu, Rusli Zainal juga mengingatkan kepada jajaran Dishub dan petugas keamanan lainnya agar mengatur parkir di main stadium dengan efisien dan efektif sehingga tidak terjadi parkir berlapis dijalan-jalan menuju main stadium yang mengakibatkan macet.

"Tolong perhatikan ya jangan sampai hal-hal seperti ini terulang lagi," tegasnya. Ia mengharapkan closing ceremony berlangsung lancar, aman, tertib dan sukses.(Rgc)


Pekanbaru,(Global)
Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) Partai Demokrat (PD) Provinsi Riau, menilai bahwa kedatangan Presiden Republik indonesia, Dr Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mampu meredam berbagai polemik sebelum yang terkait dengan PON. Sehingga, sampai saat ini tidak ditemui persoalan prinsip yang bisa membatalkan kelancaran jalannya PON, meski diakui ada kendala-kendala teknis yang masih bisa disiasati.

"Segala sesuatu yang diragui sebelum PON nyaris tidak ditemukan secara signifikan hingga hari ini. Bahkan, semua kontingen se Indonesia bisa memahami keadaan tanpa banyak protes yang bisa mengganggu lajunya pertandingan. Jikapun ada beberapa kendala teknis, itu sudah biasa. Sejak kedatangan SBY ke Riau membuat semuia masyarakat yakin, Riau akan bisa menjadi tuan rumah yang baik diajang olahraga paling bergengsi ini," ujar Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) Partai Demokrat (PD), Yusrizal Tandjung kepada wartawan, Kamis (13/9) lalu.

Disebutkannya, Presiden SBY pun sudah memberikan penilaian bahwa Riau berhasil menyukseskan PON kali ini. Bahkan, kata dia, SBY menilai kesuksesan Riau menjadi tuan rumah PON adalah kerjasama yang baik dengan masyarakat.

Dijelaskannya, kesuksesan tersebut tolok ukurnya bukan pada fisik beberapa venue pertandingan yang belum rampung 100 persen, namun ketika keadaan minimalis Riau bisa mengusahakan secara maksimal.

"SBY mengatakan bahwa berbagai kekurangan fasilitas akan tertutup ketika Riau terbuka, ramah dan berupaya sekuat tenaga. Buktinya, dengan berbagai kekurangan opening ceremony sangat spektakular dan beberapa pertandingan sudah berjalan dengan hasil yang baik,"jelas mantan Ketua Komisi Hukum dan Ham DPP Partai Demokrat Riau. tersebut.

Oleh karena itu, Yusrizal meminta, kepada semua pihak agar persoalan yang ada di Riau jangan dibesar-besarkan. Sebab, bagaimanapun juga, PON Riau tetap marwah masyarakat Riau keseluruhan.(Py)





Rusli Zainal : Riau Siap Selenggarakan ISG
Pekanbaru,(Global)
Sekretaris ISSF Muhamad Saleh Gazdar,yang didampingi Gubernur Riau HM Rusli Zainal dan timnya dalam konfrensi pers,Sabtu (15/09) siang mengatakan, Riau yang mewakili Indonesia telah siap menjadi tuan rumah untuk penyelengaraan Islamic Solidarity Games (ISG) memastikan Provinsi Riau telah siap menjadi tempat penyelenggaraan.

Disampaikan Sekjen ISSF Muhammad Saleh Gazdar dalam bahasa inggris, keberadaan Riau dalam menyelenggarakan acara tersebut telah cukup memadai.


Meskipun ada juga ditemukan beberapa venue yang perlu diselesaikan, seperti venue renang, yang mana masih (8) delapan lintasan. Sementara untuk ISG, diperlukan 10 lintasan, tentu tinggal menanbah lintasn saja,tegas Sekjend ISSF.


Selain venue renang, Riau masih harus melakukan penyesuaian untuk cabang Volly Ball Putri. Pasalnya, di ISG, lapangan voli putri harus terpisah dari voli putra. Demikian juga dengan cabang karate, ISG memerlukan 4 arena. Sementara Riau GOR Tribuana yang terletak di Jalan Ponegoro Pekanbaru baru memiliki 2 arena.


Menanggapi beberapa kekurangan venue yang harus disempurnakan sesuai dengan kebutuhan ISG tersebut, Gubernur Riau HM Rusli Zainal menyampaikan, saat ini Provinsi Riau telah memiliki 54 venue,sementara ISG hanya mempertandingkan 17 cabang olaharaga saja maka ada kesempatan untuk pembenahan itu.

Tidak ada masalah bagi Riau, karena banyak pilihan venue mana yang akan digunakan ISG,sebut Rusli Zainal.


Untuk venue renang, sebut Gubernur,Riau, pihaknya akan menambah 2(dua) lintasan lagi sementara Volly Ball tinggal memisahkan lokasi pertandingan Volly Ball untuk putra dan putri saja.

Untuk itu ditegaskannya, Indonesia melalui Provinsi Riau sebagai tuan rumah menyatakan siap menjadi penyelengara Iven Internasional yakni ISG.

"Kedatangan Tim ISG dari beberapa negara di Timur Tengah ini, untuk meninjau persiapan beberapa venue cabang olahraga yang akan digunakan pada ISG nanti," kata Gubri.

Gubri mengatakan, dari hasil peninjauan mereka ke sejumlah venue, para Tim ISG ini cukup puas melihat venue cabang olahraga dan fasilitas pendukung yang ada di Pekanbaru.

"Dari hasil peninjauan kita bersama-sama ke beberapa venue tadi, mereka cukup puas dengan kesiapan Riau sebagai tuan rumah. Apalagi fasilitas pendukung, seperti Bandara SSK II, jalan dan lain-lain cukup bagus," sebut Gubri.

Saat ditanya, masalah dana anggaran dalam penyelenggaraan ISG ini. Gubri mengatakan kalau dana anggaran berasal dari APBN, dan saat ini sudah diajukan ke pemerintah pusat.

Dilanjutkan Gubri, ISG ini sudah tersosialisasi ke 57 negera peserta ISG. Dimana rencananya akan diselenggarakan pada bulan Juni tahun 2013 dengan 17 cabang olahraga.(Rgc)





Pekanbaru,(Global)
Pihak panitia melalui kontraktor sebagai pihak yang bertanggungjawab atas kejadian "jebolnya" tembok pembatas pada venue menembak Rumbai, akan menambah plat besi baja berdiameter 12 militer untuk semua line baik pada line 25 meter maupun line 50 meter,demikian dijelaskan Panitia Pelaksana Cabor Menembak Sudarman Umar di Media center PON ke XVIII, Rabu (12/09)

Disampaikan Sudarman Umar, adapun penyebab hancurnya jebol tembok menembak itu dikarenakan hancurnya karung pasir dan langsung mengena kedinding dan terus menerus kedinding yang akhirnya menjadi sasaran peluru makanya daya tahan dinding berkurang dan menyebabkan jebolnya tembok/dinding pada line tersebut.


Makanya, acara konprensi pers ini diadakan untuk meluruskan pemberitaan miring mengenai jebolnya dinding lapangan tembak itu,tegas Sudirman Umar lagi.

Makanya, besok Kamis (13/09) sebelum pelaksanaan pertandingan dilakukan semua kerusakan yang ditimbulkan akan diperbaiki segera,pungkasnya mengakhiri.(Rgc)



Pekanbaru,(Global)
Atlet karate Riau atas nama Asmaul Husna, yang turun dikelas 68,5 Kg keluar sebagai juara dan berhasil menggaet medali emas,demikian disampaikan Ketua Team Karate Riau H Deni Kurnia pada konfrensi pers, Rabu (12/09) malam.

Disampaikan Deni Kurnia, kemenangan atlet tinju Riau itu sesuatu kebanggaan tersendiri pada team karate karena berhasil memenangkan pertandingan dari atlet karate Sulawesi Selatan.

Memang pada awalnya, sebut Deni Kurnia, Asmaul Husna itu sempat ragu berhadapan dengan atlet Sulawesi Selatan yang telah melalang buana ditingkat Nasional maupun di Internasional tetapi dengan tekat yang kuat akhirny atlet kita menang dan meraih kemenangan.

Atas kemenangan Asmaul Husna, ini Ketua Umum Karate (Forki) Indonesia Hendraman supanji telah tertarik untuk menarik atlet kita itu untuk masuk kedalam Pelatnas,sebut Deni Kurnia dengan Bangga.

Diteruskan Deni lagi, memang Asmaul kelahiran Bali tetapi orang tuanya berasal dari Aceh dan saat ini berada di Riau untuk memperkuat atlet tinju Riau.(Rgc)

Lakukan Peninjauan Kesiapan PON XVIII di Provinsi Riau

Pekanbaru,(Global)
Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Boediono melakukan peninjauan kesiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XVIII di Riau dan ke sejumlah tempat. Dan berdasarkan hasil peninjauan persiapan PON, Wapres RI itu menilai semua berjalan baik, walaupun terlihat masih ada kendala.

"Berdasarkan hasil peninjauan kita kelapangan, semua sudah berjalan baik. Walaupun masih ada kendala dilapangan, itu hal yang wajar," ungkap Wapres Boediono kepada wartawan, Ahad (9/9/12) seusai peninjauan ke beberapa venue.

Disebutkan Wapres, kesiapan diantaranya, kebutuhan konsumsi atlet, air, kamar atlet sudah bisa digunakan untuk wisma atlet dan kebutuhan lainnya. "Untuk itu mari kita sama-sama sukseskan PON ke XVIII karena ini untuk kepentingan nasional kita," sebutnya.

Saat ditanyakan, apakah PON ke XVIII Riau ini terkesan dipaksakan. Melihat masih ada beberapa venue dan kesiapan yang belum siap seratus persen. Lebih lanjut Wapres mengatakan, kalau PON ini sudah berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan dan tidak dipaksakan.

"Kalau dikatakan dipaksakan, ya tidaklah. Karena semua sudah berjalan sesuai rencana, walaupun masih ada kekurangan," tegasnya.

Ikut mendamping Wakil Presiden Boediono dalam peninjauan, Menko Kesra Agung Laksono, Ketua KONI Pusat Tono Suratman, Gubernur Riau HM Rusli Zainal dan sejumlah pejabat Pemprov Riau.

Wapres RI itu melakukan peninjauan dimulai dari venue Lapangan Tembak, dilanjutkan ke Sport center, kemudian ke Wisma Atlet, dan Main Stadium Universitas Riau dan terakhir ke Bandara VIP Lancang Kuning.(Rgc)



Hampir Seluruh Kabupaten Se Riau Terindikasi Korupsi

Pekanbaru,(Global)
Kepala Sub Auditorat Riau 1 BPK Perwakilan Riau Damciwar Ade, Jumat (7/9) kemarin menilai praktek penyimpangan penggunaan dana APBN dan APBD Riau semakin merajalela.

Dimana hasil pemeriksaan laporan penggunaan anggaran seluruh Pemerintah Daerah yang ada di Provinsi Riau berjumlah triliunan rupiah tidak jelas. Sehingga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Riau menyimpulkan bahwa telah terjadi indikasi korupsi, namun ada 1(satu) Pemerintah Daerah yang mendapat opini wajar tanpa pengecualian.
lain, namun Damciwar tidak menyebutkan Kabupaten mana itu.

Ditambahkannya, laporan Keuangan Pemprov. Riau bidang belanja modal yang tidak menyertakan data lengkap. Pembelanjaan pada setiap proyek atau pengadaan barang tidak jelas berapa jumlah dana yang sebenarnya digunakan, tidak ada data pendukung,bahkan bisa saja disebutkan bahwa barang bukti sengaja dihilangkan data-data yang seharusnya dilaporkan ke BPK. Daerah lain juga demikian, rata-rata sama dalam setiap laporan ke BPK, semuanya itu rentan dengan korupsi (Af)

















"Merasa Puas dan Mengharapkan Masyarakat Tidak Khawatir"

Pekanbaru,(Global)
Ketua DPRD Riau Drs Johar Firdaus berserta rombongan mengadakan kunjungan kerja (Kunker) ke Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (SSQ II),Selasa (4/08) kemarin.

Dibandara Ketua DPRD Riau disambut oleh Kepala Cabang Bandara Internasional SSQ II, Anggono Raras dan para petinggi Bandara SSQ II. Selama dibandara Ketua DPRD Riau langsung menuju keruang baru bandara Interanasional SSQ II yang baru selesai dibangun.

Setelah puas berada didalam ruang bandara,rombongan DPRD Riau langsung menuju ke Tenda Penerimaaan Atlet PON XVIII yang berada tepat disamping pintu Bandara.Selama diruangan tenda PON, Ketua DPRD Riau dan rombongan menyempatkan diri bersalaman dengan para tamu kontingen atlet dari Yogyakarta dan Kontingen Atlet dari Kalimantan Timur.

Kepada para kontingen tamu, Johar Firdaus tidak henti-hentinya mengucapkan selamat datang kepada tamu kontingen dan selamat bertanding.Setelah itu, Johar Firdaus juga sempat menyaksikan tempat parkir kendaraan roda 4 yang berada tidak jauh dari Bandara Internasional SSQ II.

Ketua DPRD Riau Drs Johar Firdaus ketika ditemui wartawan disela-sela kunjungannya merasa puas dan bangga akan keberadaan Bandara Internasional SSQ II ini.

Namun, Johar Firdaus tetap juga mengingatkan kepada Kepala Cabang Bandara SSQ II Anggono Raras untuk selalu berkonsentrasi kepada penumpang terutama kepada kedatangan para kontingen tamu.

Sementara itu Kepala Cabang Internasional SSQ Anggono Raras ketika dimintai keterangannya kepada wartawan mengatakan,bandara SSQ II ini sudah siap 100 persen dan mendukung sepenuhnya akan beradaan PON ke XVIII. Pada saat ini, jelas Kacab Bandara SSQ II itu, pihaknya sudah menyiapkan lahan untuk parkir bis dan posko kontingen. Dimana rata-rata 1 (satu) provinsi kontingen yang datang, menyewa 15 unit bus sesuai dengan jumlah kontingen,jelas Anggono Raras.

"Mudah-mudahan masalah transportasi tidak ada halangan sehingga prestasi mereka juga tidak terganggu,"ungkap Kacab Bandara Internasional SSQ II.

Mengenai peningkatan penumpang,disebutkan Anggono, terjadi peningkatan yang signifikan dimana pada lebaran yang lalu penambahan pesawat terjadi sekitar 20,8 persen dan penumpang sekitar 19 %.

Jembatan Siak IV Siap Pertengahan 2013

Setelah habis mengunjungi Bandara Internasional, Rombongan Komisi C DPRD Riau yang dipimpin ketuanya Aziz Zainal melanjutkan perjalanan kunjungan kerja komisinya.

Kunjungan pertama rombongan Komisi C dilaksanakan di Gor Gelanggang Remaja yang terdapat di Jalan Jendral Sudirman.Selama dilokasi Gor Gelanggang remaja,Komisi C DPRD Riau berkesempatan menyaksikan gudang mesin Genset Gor yang berkapasitas 1 Megawat. Dengan adanya dukungan mesin genset itu, Ketua Komisi C DPRD Riau Azis Zainal menekankan kepada wartawan bahwa, kebutuhan listrik untuk Gor Gelanggang Remaja tidak masalah karena didukungan dengan genset 1 Mega, apalagi kebutuhan listrik Gor Remaja ini hanya 860 kw berarti ada sisa kelebihan listrik sekitar 140 Kw lagi.

Setelah itu, rombongan Komisi C DPRD Riau melanjutkan perjalanannya kelokasi Fly Over yang terdapat disimpang Harapan Raya.Disana, para rombongan anggota dewan mendapat keterangan dari para Staf Dinas Pekerjaan Umum yang menyertai kunker anggota dewan Riau itu. "Dari keterangan staf Dinas PU itu didapat kepastian bahwa pengerjaan pembangunan akan selesai pada tgl 9 September 2012 malam",ujar Aziz Zainal.

Setelah itu, rombongan Komisi C DPRD Riau melanjutkan perjalanan kelokasi pembangunan Jembatan Siak IV yang terdapat di Jalan Nelayan,Pasar Bawah. Dilokasi Jembatan Siak IV itu, anggota Komis C DPRD Riau mendapatkan keterangan bahwa penyelesaian pengerjaan pembangunan jembatan Siak IV pada pertengahan tahun 2013 nanti.(Rgc)



Pekanbaru,(Global)
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau, Bagus Santoso mengkritiki sikap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang sampai saat ini belum juga menyerahkan KUA- PPAS untuk dibahas dalam persiapan sebelum pengesahan APBD Riau tahun 2013,demikian disampaikannya kepada wartawan,Jumat (31/08) siang..

Untuk itu ,tegas Bagus Santoso, kita mengingatkan kepada Pemprov Riau supaya bisa punya komitmen tepat waktu dan tidak terlena dengan penyelenggaraan PON Riau sehingga proses tahapan APBD 2013 menjadi tercecer.

Menyangkut pembahasan KUA- PPAS tersebut, semestinya pada awal bulan September besok sudah bisa dimulai, tapi apa yang mau dibahas karena yang akan dibahas itu masih terdapat di Pemprov Riau,sesal anggota Komisi B itu yang juga Ketua Fraksi PAN DPRD Riau itu.

Semestinya, tambah Bagus Santoso, pihak eksekutif maupun legislatif itu memiliki komitmen tepat waktu agar pembahasan KUA- PPAS bisa terlaksana dengan semestinya.

Adapun maksudnya, agar penganggaran APBD TA 2013 nanti tidak lagi menganggarkan dana untuk PON lagi itu bisa diberikan kepada pembangunan infrastuktur dan pembangunan untuk masyarakat Riau ini,tegas Bagus Santoso.

Untuk itu sekali lagi, Bagus Santoso mengharapkan kepada pihak-pihak terkait seperti eksekutif untuk bisa menjaga komitmen tepat waktunya agar pembahasan APBD TA 2013 bisa cepat diselenggarakan.(Rgc)


Jakarta,(Global)
Lagi, Gubernur Riau HM Rusli Zainal diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.Kamis(30/08).

Orang nomor satu di Riau diperiksa sebagai saksi atas tersangka Suap PON, Mantan Kadispora Lukman Abbas dan Wakil Ketua DPRD Riau Taufan Andoso Yakin.

Menurut keterangan Juru Bicara KPK Johan Budi, pemeriksaan Rusli Zainal dilakukan sekitar 8 (delapan) jam.

"Tadi, sekitar pukul 16.30 WIB, Gubernur Riau HM Rusli Zainal didampingi ajudannya Nuardi dan sejumlah staf meninggalkan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dia dipersilahkan setelah diperiksa penyidik sekitar 8 jam,"ungkap Johan Budi.


Disampaikan Johan Budi, orang nomor satu di Riau itu diperiksa dengan status sebagai saksi untuk dua tersangka suap PON Riau, yakni mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov Riau Lukman Abbas dan Wakil Ketua DPRD Riau Taufan Andoso Yakin.

"Statusnya masih saksi. Diperiksa untuk tersangka Lukman Abbas dan Taufan," jelasnya.(Rgc)





Pekanbaru,(Global)
Untuk membantu mengatasi kabut asap di Riau, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, telah menyiapkan satu pesawat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Pesawat jenis Cassa 212 ini, juga akan membantu dalam pembuatan hujan buatan.

Gubernur Riau HM Rusli Zainal menyambut baik dengan keberadaan pesawat bantuan pusat itu. Diharapkan, dengan penerapan teknologi modifikasi cuaca, mampu menanggulangi bencaba asap di Riau.

"Lahan di Riau 51 persen daerah gambut yang rentan kebakaran. Ini merupakan upaya antisipasi dini kebakaran, untuk memastikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya menghadapi lebaran dan PON XVIII 2012,"tegas Gubri, di sela-sela peninjauan pesawat Cassa 212 milik BNPB, Senin (13/8/12) di Bandara SSK II Pekanbaru.

Direktur TD BNPB Tri Budiarto mengatakan, pihaknya telah menyediakan anggaran sebesar Rp10 milyar untuk mengcover penanggulangan bencana asap di wilayah Riau dan Kalimantan.

"Tim BNPB akan standby selama 40 hari hingga 4 hari setelah PON XVIII 2012 berakhir. Kita pastikan semua aman, masyarakat tenang dan PON berjalan lancar,"ulas Budiarto.

Khusus mengatasi bencana asap Riau, Tri Budiarto meminta BPBD Riau segera membentuk posko agar untuk fungsi koordinasi, pelaksana dan komando dapat berjalan. Dalam hal ini, BPBD menjadi komando dari seluruh instansi terkait.

"Jika fungsi komando dilaksanakan, maka seluruh instansi harus membantu menyelesaikan persoalan secara bersama. Artinya, mulai dari perintah hingga penyaluran informasi dilakukan satu komando,"urainya lagi.

Sementara itu, Ka UPT HB BPPT Heru Widodo, mengatakan Posko hujan buatan telah siap di Bandara SSK II Pekanbaru. Dikatakan, satu pesawat sudah mendarat dan bulan September akan ditambah satu lagi, untuk mengantisipasi bencana saat PON dan El Nino yang dapat memicu munculnya Hot Spot di wilayah Riau.

Untuk teknis operasi pemadaman api lewat hujan buatan. Saat ini akan dilakukan penyemaian garam diatas awan, agar terjadi hujan dan pada titik tertentu akan dilakukan pelemparan air. Heru mengakui, teknik ini sangat efektif meski memakan biaya besar. Namun benefit yang dihasilkan rasionya sangat tinggi

Mudik: Infrastruktur Jalan Lintas Barat Tak Bermasalah

Pekanbaru,(Global)
Akses jalan lintas barat yang menghubungkan Provinsi Riau -Sumatera Barat (Sumbar) itu dipastikan infrastrukturnya tidak bermasalah. Namun, akses yang bakal banyak digunakan pemudik jelang lebaran 1433 Hijriah ini tetap diwaspadai,demikian disampaikan Ketua Komisi A DPRD Riau, H Masnur, kepada wartawan, Selasa (14/08).

Dikatakan Masnur, akses jalan lintas barat merupakan lintas yang krusial menuju Pekanbaru. Meski hingga kini infrastrukturnya tidak ada yang bermasalah namun Dishub dan pengguna tetap diminta waspada. Pasalnya, jalan Riau Sumbar itu sangat rentan longsor bila terjadi hujan. hal itu dipicu oleh topografinya yang berbukit-bukit.

"Dishub dan pengguna tetap kita minta waspada. Soalnya jalan itu rentan longsor sedangkan pengguna menuju Sumbar sangat banyak pada setiap lebaran. Tentu kita tak ingin pemakai jalan mendapat kecelakaan. Kami sangat tegaskan Dishub berjaga-jaga dengan intensif,"ungkap Politisi Partai Golkar itu.

Hal senada juga dibenarkan oleh Sekretaris Komisi A, DPRD Riau, Syafrudin Saan. Dikatakan, infrastruktur jalan di Riau tidak bisa dipastikan akan baik hingga arus mudik berakhir. Sebab, beban yang ditanggung jelang lebaran meningkat signifikan dibanding sebelumnya. Apalagi, adanya ancaman bencana alam, seperti longsor yang tak dapat dielakkan.

"Kita harus waspada penuh, beban jalan semakin naik hingga arus balik nanti. Sedangkan kita tak bisa mengukur kekuatan jalan kita sekarang ini, meski infrastrukturnya aman dilalui. Kita harapkan, hingga arus baliknya perantau ke Riau ini tanpa kendala apapun,"ungkapnya.

Selain itu, dia juga mengatakan akses jalur Pekanbaru menuju Rohul juga tidak terlalu bermasalah. Hanya saja ada beberapa titik yang aspalnya putus. Seperti di Ujungbatu. Dia juga mengharapkan, agar titik-titik rusaknya infrastruktur itu segera dibenahi, karena, jalan mesti menjadi perhatian utama hingga kini.(Rgc-ln)



Pekanbaru,(Global)
Untuk menunjukan kepedulian sesama apalagi pada saat bulan suci Ramadhan 1433 H, Humas DPRD Riau mengadakan buka bersama dengan wartawan dilingkungan DPRD Riau atau dikenal dengan Forum Wartawan Legislatif (FWL), yang dilangsungkan di RM Sri Mersing,Senin (13/08).

Hadir pada cara buka bersama itu, Kabag Humas DPRD Riau Drs Ansari Kadir,dan staf karyawan humas dilingkungan DPRD Riau dan sejumlah wartawan yang tergabung pada FWL yang selalu mangkal dilingkungan DPRD Riau.

Kabag Humas DPRD Riau Drs Ansari Kadir dalam sambutannya menyampaikan, pelaksanaan buka bersama ini adalah bentuk kepedulian humas DPRD Riau dengan para wartawan yang ada dilingkungan DPRD Riau.

Meskipun tidak sebanding dengan pelaksanaan buka bersama sebelumnya, tetapi ini sekedar bukti bahwa hubungan kerjasama telah terikat dan hormonis antara wartawan dan staf DPRD Riau bisa berjalan dengan baik,jelas Ansari Kadir.

Sementara perwakilan wartawan yang disampaikan Zulkipli Ali sebagai Ketua FWL menyambut baik pelaksanaan acara buka bersama ini. Kedepannya, hubungan yang selama ini telah terbina bisa lebih ditingkat pada masa-masa mendatang,ujar Zulkipli Ali.(Rgc).