Arrow

MENUJU RIAU 1//////////////////////////////

MENUJU RIAU 1//////////////////////////////


You are browsing with label: Showing posts with label Olahraga. Show all posts


Jakarta,(Global)
Hingga kini, sebanyak 19 dari  57 negara anggota Islamic Solidarity Sport Federation (ISSF) yang  dipastikan ikut berpartisipasi dalam iven olahraga Islamic Solidarity Games (ISG) ke-3, yang bakal berlangsung pada 6-17 Juni 2013 mendatang  di Pekanbaru, Provinsi Riau.

Kepastian keikutsertaan 19 negara tersebut diketahui setelah mendaftarkan para atlet dan official-nya ke panitia ISG. Total delegasi yang didaftarkan dari 19 negara tersebut mencapai 3.233 orang.

Peserta terbanyak berasal dari negara Iran, yakni 325 peserta, diiringi Irak (325), Malaysia (299), Kuwait (284), Maroco (281), Tunisia (280), Syria, (241), Oman (204), Brunei Darussalam (197), Tunisia (180),  Ukanda (172), Meldives (122), Pakistan (122), Yaman (112), Bahrain (49), Benin (48), Gambia (27), Libya (23) dan Guyana (18).

''Sampai hari ini sudah tercatat 19 negara dengan total 3.233 delegasi yang sudah mendaftarkan diri pada iven ISG, walaupun waktunya masih panjang,'' ujar Gubernur Riau HM Rusli Zainal kepada pers usai mengikuti papat koordinasi panitia nasional dan daerah di Kantor Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Jakarta, Kamis (29/11). Gubri selaku penanggungjawab teknis pelaksanaan ISG di daerah.

Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua KOI Rita Subowo, Deputi V Bidang Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kemenko Kesra Sugi Hartatmo serta perwakilan dari 22 kementerian dan lembaga yang terkait dalam Keputusan Presiden (Kepres)  tentang penyelenggaraan ivent olahraga internasional tersebut.

''Rapat ini dalam rangka koordinasi pemantapan penyelengaraan ISG,'' terang Rusli pada rakor itu.

Rusli melanjutkan, pihaknya menginventarisir tugas pokok, masalah-masalah dan kebutuhan yang menjadi prioritas, seperti masalah IT (information technology), opening ceremony dan closing ceremony.

“Ini sebelum menghadapai rakor yang lebih besar dengan Menko Kesra dan menteri terkait lainnya,” sambung Gubri yang baru saja sukses menghelat Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Tahun 2012 itu.

Pada ISG juga akan digelar Investment and Business Forum, Cultural Event, Festival Anggrek yang juga diikuti negara-negara peserta ISG. Sebagai informasi, ISG bakal mempertandingan 17 cabang olahraga (Cabor), yaitu Atletics, Archery, Aquatic, Badminton, Basketball (U-23), Football (U-23), Gymnastics, Karate, Pencak Silat, Sepak Takraw, Sport Climbing, Taekwondo, Tennis, Traditional Boad Race, Volleyball Indoor dan Beach Volley, Weightlifting serta Wushu.(Rls/Rgc)
PEROLEHAN MEDALI
PEKAN PARALIMPIK NASIONAL XIV RIAU 2012

RANGKINGKONTINGENJUMLAH
1. Jawa Tengah
60
37
24
121
2. Jawa Barat
42
41
22
105
3. Papua
26
14
10
50
4. Riau
20
32
26
78
5. Sumatera Utara
19
13
7
39
6. Kalimantan Selatan
16
21
15
52
7. Kalimantan Timur
13
18
25
56
8. Jakarta
13
6
16
35
9. Bali
11
7
11
29
10. Sumatera Selatan
10
12
14
36
11. Kalimantan Tengah
9
6
17
32
12. Kalimantan Barat
9
6
6
21
13. Jawa Timur
7
14
16
37
14. Yogyakarta
7
6
13
26
15. Maluku
6
6
6
18
16. Sulawesi Utara
6
5
11
22
17. Aceh
4
2
3
9
18. Gorontalo
2
5
3
10
19. Sumatera Barat
2
3
5
10
20. Bangka Belitung
2
2
1
5
21. Kepulauan Riau
2
1
2
5
22. Sulawesi Tengah
2
1
1
4
23. Nusa Tenggara Timur
2
0
2
4
24. Banten
1
3
7
11
25. Jambi
1
3
3
7
26. Sulawesi Selatan
1
2
4
7
27. Sulawesi Barat
0
1
0
1
28. Maluku Utara
0
0
3
3
29. Nusa Tenggara Barat
0
0
3
3
30. Bengkulu
0
0
0
0
31. Sulawesi Tenggara
0
0
0
0

TOTAL

293

267

276
836
Sumber : PEPARNASRIAU

Pekanbaru,(Global)
Tim boling Riau berhasil menjadi juara umum dalam perolehan medali. Pertandingan boling sudah berakhir, Jumat (12/10) di Arena Boling Purna MTQ.

Riau berhasil mengumpulkan sebanyak 3 emas, 5 perak dan 2 perunggu. Perolehan Riau ini mengungguli Jawa Tengah yang berada di posisi kedua yang raihan medali sebanyak 3 emas dan 2 perak.

Di posisi ketiga dalam perolehan medali sendiri ditempati Provinsi DKI Jakarta. Jakarta mengumpulkan sebanyak 1 emas dan 2 perunggu. Keempat ditempati Kalimantan Timur dengan satu emas dan satu perunggu. Jabar menempati posisi kelima dengan raihan satu emas.(rls)

Pekanbaru,(Global)
Rekor Asia Tenggara kembali terpecahkan. Perenang asal Jawa Tengah, Agus Ngaimin di nomor 200 meter gaya bebas tuna daksa berhasil mencatatkan waktu 2.48.95 detik, pada final yang berlangsung di Kolam Renang Sport Center Rumbai, dimana rekor sebelumnya dipegang Dewa Yusud asal Malaysia dengan waktu 2.54.60 detik.

Sementara medali perak diraih oleh perenang Kalimantan Selatan, Suriansyah dengan waktu yang terpaut dekat dengan waktu 2.49.26 detik. Agus memang menjadi andalan bagi Jateng pada setiap iven paralimpian.

Dalam beberapa penampilan terakhirnya, prestasi Agus  terus meningkat. Pada Peparnas 2004 di Palembang lalu andalan Jateng ini hanya meraih medali perak, kegagalan di Peparnas 2004 berhasil dibayar pada Peparnas 2008 di Kalimantan Timur, dimana dirinya pada nomor yang sama  berhasil meraih medali emas.
Prestasi tersebut terus dipertahankan hingga Peparnas XIV Riau dengan kembali menyabet medali emas. "Saya bangga mampu menyumbangkan medali bagi daerah saya, karena orang (paralimpian) seperti kami, hanya dengan jalan ini bisa membanggakan nama Jateng di tingkat nasional," paparnya.

diakui Agus persiapannya memang cukup mendadak, hanya butuh waktu 1 minggu untuk memperketat mental turun dalam iven empat tahunan ini. "Saya hanya perlu yakin dan fokus pada saat pertandingan, jadi latihan selama seminggu untuk mengembalikan kemampuan saya," terangnya.(Rls)

Pekanbaru,(Global)
Sebanyak 152 medali,  terdiri dari 55 emas, 49 perak dan 48 perunggu usai di perebutkan pada hari pertandingan pertama Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XIV 2012, perebutan medali hingga pukul 23.00 wib malam tadi, DKI Jakarta berhasil menyabet emas cabor tenis meja. Pada hari pertama pengumpulan medali, Provinsi Riau hanya menempati posisi delapan.

Data perolehan medali sementara, Senin 8/10, pukul 23.00 WIB, peringkat pertama berhasil direbut oleh Jawa Tengah (Jateng) dengan total peraihan yakni sebanyak 29 medali, terdiri dari 19 emas, 6 perak dan empat perunggu.

Posisi kedua ditempati oleh Kalimantan Selatan yang berhasil merebut 17 medali, terdiri dari 5 emas, 9 perak dan tiga perunggu. Selanjutnya peringkat ketiga ditempati oleh Jawa Barat dengan perolehan 13 medali terdiri dari 5 emas, 5 perak dan tiga perunggu. Disusul oleh Papua dengan 13 medali (5 emas, 3 perak, 5 perunggu), dan Kalimantan Timur sebanyak 14 medali, namun tiga emas, 5 perak dan 6 perunggu.

Pada peringkat enam, ada Sumatra Utara dengan tujuh medali terdiri dari dua emas, empat perak dan satu perunggu.  Lanjut di posisi tujuh yakni Yogyakarta dengan enam medali, terdiri dari dua emas, tiga perak dan satu perunggu.

Selanjutnya, diikuti oleh sejumlah provinsi lainnya meliputi Riau, Sumatra Selatan, Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, NTT, Kalbar, Maluku dan Sulawesi Tengah serta Jambi.

Sementara delapan provinsi lainnya terdiri dari Bangka Belitung, Bengkulu, Kepulauan Riau, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara serta Aceh sejauh ini belum berhasil mengumpulkan medali. (Rls)
Berjuang Keras Usai Menelan Kekalahan Beruntun

Pekanbaru,(Global)
Zainul Fuad, atlet catur putra Riau yang berlaga pada klasifikasi tuna rungu Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XIV 2012, harus berjuang keras setelah menelan kekalahan beruntun atas Wawan Hendri (Kalteng) dan Panoma (Jabar).
Dengan kekalahan beruntun, di laga hari pertamanya, Senin (8/10),  Zainul harus rela berada di posisi akhir untuk sementara sampai perjuangannya berhasil merangkak ke posisi terbaik.
Pada nomor catur standar klasifikasi tuna rungu ini, perjuangan Zainul kedeoan juga tidak akan mudah.
Serentetan atlet-atlet andal asal berbagai daerah masih menanti dan siap menjegal perjuangan Zainul untuk merangkak ke posisi terbaik.
Bahkan pada posisi bekutnya yang dipertandingkan, Selasa (9/10), Zainul Fuad harus berhadapan dengan Yudi Pemana atlet yang kini memperjuangkan Ibukota Negara, DKI Jakarta.
Yudi, pada dua laga sebelumnya berhasil mencuri satu poin hingga menempatkan ke posisi diatas Yudi satu tingkat.
Sementara posisi teratas untuk lima besar klasmen sementara hingga babak ke dua ditempati oleh Dedi S (Banten), Pomana (Jabar), Randa Afriandi (Kaltim) dan Zulkhairi (Aceh), serta Kuntum Mukminin (Babel).  (D5/R5/E4)

Berikut jadual pertandingan Selasa (9/10) untuk cabang olahraga catur, nomor catur standart klasifikasi tuna rungu :

- Dedi S (Banten) - Pomana (Jabar)
- Randa Afriandi Kaltim) - Kuntum Mukminin (Babel)
- Akib F. Miola (Gorontalo) - Zulkhairi (Aceh)
- Wawan Hendri Kalteng) - Rahmat Alfiansyah (Sumsel)
- Yunaldi (Sumbar) - Rudy N (Sumbar)
- Yudi Permana (Jakarta) - Zainul Fuad (Riau).(rls)

Pekanbaru,(Global)
Melani Putri, perenang Riau di nomor 50 meter gaya dada putri tuna grahita (S14) memenuhi janjinya meraih medali emas di nomor spresialisnya tersebut pada partai final yang berlangsung di Kolam Renang Sport Center Rumbai, Senin (8/10). Hasil ini sekaligus memastikan dirinya sebagai pemecah rekor Asia Tenggara yang sebelumnya dipegang Fitriani asal Indonesia.

Melani berhasil menjadi yang tercepat dengan waktu 47.42 detik, dimana rekor Asia Tenggara sebelumnya juga berasal dari Indonesia pada Asean Paralimpik Games dipegang Fitriani dengan waktu 49.16 detik. Selain itu, Melani juga berhasil memecahkan rekor Peparnas XII 2004 lalu  yang sebelumnya dipegang oleh Mayangsari, perenang asal Sumatera Selatan dengan catatan waktu 59.00 detik.

Menyusul perak diraih  Nadia Septina asal Kalimantan Timur yang memang terpaut jauh dengan waktu Melani, ayakni 1.05.29 detik. Sementara medali perunggu diraih Silmiah asal Jambi dengan catatan waktu 1.05.29 detik.

Pelatih Renang National Paralympic Committe (NPC) Riau, Ahok  ditemui usai pertandingan mengaku bangga karena Melani berhasil memenuhi janjinya untuk menyumbangkan medali emas bagi Riau.

Ahok sendiri masih berharap kepada perenang Riau lainnya mampu mengikuti jejak Melani. "Walau tidak mengejar rekor, namun saya terus berharap hasil ini akan terus diraih rekan-rekan Melani pada pertandingan selanjutnya," tukas Ahok.

Sementara Melani yang didampingi Ahok mengaku tidak menyangka bisa meraih hasil gemilang ini. "Target saya hanya medali emas, belum ada terlintas untuk bisa memecahkan 2 rekor sekaligus, tapi saya bersyukur bisa mendapatkannya," ungkap Melani.(rls)


Pekanbaru,(Global)
Ketua Panitia Pelaksana Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XIV H.Emrizal Pakis mengharapkan pertandingan bola voli duduk yang digelar Senin (8/10), bisa secepatnya dikenali masyarakat luas. Soalnya, dalam Peparnas kali ini, tim voli duduk hanya diikuti 7 tim putra dan 2 tim putri.

Harapan tersebut disampaikan Emrizal,  di Darma Hotel Jalan Sisingamangaraja. "Pada Peparnas XIV peserta hanya 7 putra dan 2 tim putri, kita berharap ke depannya peserta bisa bertambah," kata Emrizal.

Cabor voli duduk ini diselenggarakan di GOR Tri Buana Jalan Diponegoro, Pekanbaru. Laga awal grup A putra Riau berhadapan dengan Jawa Timur pukul 15:00 WIB. Kemudian group B putra Kalimantan Tengah menghadapi Jawa Tengah pukul 17:00 WIB. Kemudian putra D.I. Yogyakarta berhadapan dengan Kalimantan Timur pukul 19:00 WIB.

Di  hari kedua, putra Riau menantang Jawa Barat pukul 15:00 WIB. Sementara di grup B, putra Kalimantan Tengah berhadapan dengan Kalimantan Timur pukul 17:00 WIB. Dilanjutkan putra Jawa Tengah dengan Yogyakarta mulai 19:00 WIB.

Babak penyisihan berakhir Rabu, (10/10), dimana putra Jawa Timur berhadapan dengan Jawa Barat  pukul 15:00 WIB.

Di grup B putra Jawa Tengah menghadapi Kalimantan Timur pukul 17:00 WIB, Kalimantan Tengah menantang D.I. Yogyakarta pukul 19:00 WIB.  Babak final berlangsung Jum'at (12/10) untuk putra dan putri.


Terdapat perbedaan aturan main dengan bola voli biasa. Di antaranya  bola voli duduk adalah bokong. Sedangkan bola voli biasa menggunakan kaki. Kemudian servis boleh di bendung (blok). ketiga, atlet tidak boleh mengangkat bokong saat melakukan aktifitas atau bokong harus kontak dengan lantai.(Rls)

Hanik Puji Astuti Rebut Emas Pertama
Pekanbaru,(Global) Hanik Puji Astuti (16) atlet paralimpian cabang atletik kelas T53 kursi roda putri asal Jawa Tengah, merebut medali emas pertama pada Pekan Paralimpik Nasional Riau 2012. Pada pertandingan final hari Senin (8/10) pagi tadi, Hanik mencatatkan waktu 6 menit, 34,3 detik disusul dua paralimpian asal Kalimantan Timur, Rohayati dan Linda Indriyani di posisi kedua dan ketiga. " Saya senang sekali dan bangga dapat menyumbangkan emas pertama buat Jawa Tengah. Kerja keras selama ini, menjadi tidak sia-sia," ujar Hanik seusai menyelesaikan final di Stadion Atletik, Rumbai, Pekanbaru. Di usianya yang masih terbilang muda, Hanik menjalani debutnya di Peparnas Riau dan langsung meraih medali emas. Pada tahun 2011 lalu, pelajar kelas dua sekolah menengah pertama ini, masih bertanding pada Pekan Olahraga Cacat Pelajar Nasional tahun 2011 dan meraih emas juga. "Semoga setelah medali emas ini, atlet Jateng lainnya menjadi tambah bersemangat," ujar Hanik. Pada kelas lainnya, paralimpian Jateng Awin Listiyowati merebut emas kedua di nomor lomba 1.500 meter kelas T54 dengan catatan waktu 5 menit, 31,7 detik. Adapun perak diraih Sri Juarsih (Jateng) dan Mulyani (Kalimantan Selatan). Pajudi, pelatih Jawa Tengah mengungkapkan, dua emas pertama yang disumbangkan Hanik dan Awin sangat berarti untuk memompa semangat tim. Dia berharap, Jateng dapat mengumpulkan 50 medali emas dari cabang atletik. Pada Pekan Olahraga Cacat Nasional (sebelum diubah menjadi Peparnas) tahun 2008 di Kalimantan Timur, Jateng meraih juara umum atletik dengan 63 medali emas. Pada Perparnas Riau, cabang atletik memperebutkan 152 medali emas. (Rls)

Pekanbaru,(Global) Wakil Presiden Boediono membuka Pekan Paralimpik Nasional ke-14 di Pekanbaru, Riau, ,Minggu (7/10)) malam kemairn. Sebanyak 1421 atlet dari seluruh provinsi di Tanah Air, kecuali Papua Barat dan Lampung, akan berlaga memperebutkan 424 medali emas dari 11 cabang olahraga sepanjang pertandingan mulai tanggal 8 sampai 12 Oktober 2012. Boediono yang dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Syarid Kasim II, Pekanbaru, sekitar pukul 17.00 WIB kemarin. Setelah membuka Peparnas di Stadion Kaharudin Nasution, Rumbai Pekanbaru, rombongan Wapres langsung bertolak kembali ke Jakarta pada Minggu malam itu juga. Dalam kurun satu bulan ini, sudah tiga kali Wapres Budiono berkunjung ke Riau. Dua kali untuk PON dan satu kali untuk Peparnas. Ketua Sub Panitia Besar Peparnas Riau, Emrizal Pakis mengungkapkan, seluruh sarana pendukung untuk kebutuhan atlet paralimpik yang disebut dengan paralimpian, sudah disiapkan. Misalnya toilet yang memungkinkan buat paralimpian yang berkursi roda. Panitia juga sudah menyediakan 16 toilet khusus di sekitar arena pertandingan. "Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar tanpa kendala," ujar Emrizal. Disebutkannya, acara pembukaan malam kemarin akan dilakukan dengan upacara sederhana. Meski demikian, pembukaan tetap diisi atraksi budaya dengan thema : Di Bawah Matahari Tidak Ada yang Sempurna. Sekretaris Komite Paralimpik Nasional Indonesia, Pribadi, pembagian kelas dan teknis pertandingan Peparnas memiliki perbedaan dibandingkan Pekan Olahraga Nasional (PON). "Pada pelaksanaan PON, pengelompokan atlet didasarkan kelas masing-masing cabang, namun untuk olahraga difabel dikelompokkan berdasarkan kondisi atletnya. Misalnya paralimpian cacat kaki parah dikelompokkan dengan yang kondisinya sama, agar pertandingan berlangsung adil," ujar Pribadi kepada sejumlah wartawan di Media Center Utama Peparnas Riau di Pekanbaru, Minggu (7/10) kemarin. Meski cabang olahraga yang dipertandingkan cuma 11, namun medali yang diperebutkan mencapai 424 medali emas. "Cabang atletik PON, medali yang diperebutkan cuma 40 medali emas, pada Peparnas mencapai 150 medali emas," kata Pribadi Tentang kesiapan tuan rumah, Pribadi mengungkapkan persiapan Riau sudah final. Semua arena pertandingan sudah memenuhi persyaratan. (Rls)

Diduga Hakim Maupun Wasit Jadikan PON Sebagai Ajang Bisnis
Pangkalan Kerinci,(Global) PON Ke XVIII yang dilaksanakan di Provinsi Riau adalah salah satu iven yang terburuk bagi KONI. Pasalnya, dalam pelaksananya lebih mendepankan materi dari pada moral. PON yang seyogyanya untuk sarana mencari bibit-bibit olah raga pada tingkat Asean dan International ternoda oleh ulah hakim dan wasit yang tidak profesional pada bidangnya. Kejadian perusakan peralatan seperti Komputer,pelemparan kursi,pelemparan botol minuman, bahkan arogansi pihak keamanan pada seorang pelajar MTS Pelalawan pada pada pertandingan tinju beberapa waktu lalu, merupakan bukti nyata ketidak beresan pelenggaraan PON XVIII di Provinsi Riau. Menurut beberapa official dan manager beberapa daerah yang sempat ditemui wartawan di Pangkalan Kerinci mengungkapkan keluhannya, PON XVIII adalah pon yang menyakitkan dan mengecewakan bagi kami pada PON ke XVIII ini penuh ajang materi bukan untuk mengangkat moralitas bangsa. Kegiatan ini banyak merugikan bagi kami terutama para atlit yang kecewa terhadap keputusan hakim yang tidak memihak,jels Official yang tidak mau namanya disebutkan itu.Dan bisa dikatakan atlit kita kalah bukan pada pertanding tetapi dikalahkan oleh hakim,maka bisa kami katakan PON XVIII adalah pon yang terjelek sebelumnya,ujar official itu lagi. Bahkan beberapa atlit tinju yang sempat ditemui juga mengungkapkan kekecewaan,dalam iven tinju hal seperti ini maka sudah lumrah bagi para hakim untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan. "Sebagus apapun kita bertarung diatas ring tanpa ada "pelicinnya" kepada mereka (hakim red) itu belum tentu kita akan dimenangkan dan bisa saja orang yang sudah babak belur bisa jadi menang,"ungkap atlet yang juga tidak tahu namanya itu. Menurut Basri (4)),salah masyarakat Pelalawan pemerhati tinju ketika ditemui mengatakan, PON XVIII di Provinsi Riau terutama pada pertandingan tinju merupakan perseden terburuk pada pelaksanan sebelumnya. Seperti adanya kekecewaan penonton sampai kepada atlit bahkan sampai adanya penganiayaan oleh pihak keamanan terhadap anak sekolah dan terjadinya hal ini adalah dikarenakan hakim maupun wasit lebih mengedepankan materi dari pada moral,sesal Basri. Makanya kedepan kita berharap siapapun sebagai tuan rumah marilah tunjukkan sportifitas baik dari panitia , hakim/wasit dan atlit sehingga dalam acara tidak terjadi keributan seperti sekarang ini, tuturnya .(Is)
Parkir Semraut

Pekanbaru,(Global). Acara penutupan PON XVIII, yang dilangsungkan di main stadium Panam, Pekanbaru, Kamis (20/9) memang spektakuler. Jauh berbeda dengan opening ceremony (9/9) pekan lalu, dimana sebagian tribun dihiasi kursi kosong. Namun, antusias penonton pada acara puncak iven empat tahunan se tanah air yang ditutup Wakil Presiden RI Boediono, itu benar-benar memblundak atau jauh melebihi kapasitas seat main stadium. Meskipun demikian, panitia sudah menyiapkan antisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu efektifitas acara penutupan, namun panitia terkesan luput menyiasati kesemrautan parkir., Tanpa petunjuk dan rambu-rambu di area parkir sehingga akses sangat semraut menjadi cerita tersendiri dibalik menggeloranya acara penutupan itu. Kenapa tidak, ternyata panitia sengaja menjual tiket jauh lebih banyak dari kapasitas main stadium, dengan harapan keuntungan yang berlipat ganda. Padahal, kapasitas tempat duduk hanya 43 rb kursi sedangkan penonton jauh lebih besar jumlahnya. Dari pantauan media ini, membludaknya penonton menyerbu setiap pintu masuk tribun di main stadium Riau, sehingga tidak terkontrol oleh tim penjaga pintu. Akibatnya, yang memakai tiket dengan yang tidak memakai tiket berdesakan masuk tanpa pengawalan yang berarti. Sehingga jeblos masuk ke tribun tanpa mempertimbangkan tiket yang dibandrol panitia Rp50 rb-RP1 juta. Tentu saja kondisi tersebut membuat penonton yang terlanjur membeli tiket kecewa. Apalagi mereka banyak yang tak dapat bagian untuk bisa masuk karena kalah bagi mereka yang sama sekali tak memiliki tiket. Meski panitia menyediakan layar lebar di luar arena, sebagai antisipasi membludaknya penonton, namun hal tersebut tidak menpan. Pada detik-detik ribuan "penari olang-olang" menyuguhkan atraksi yang memukau mata, penonton yang memenuhi tribun bergemuruh memberikan apresiasi. Gema riuh penonton yang terdengar ke luar arena menyentrum semangat ribuan penonton yang masih berada di luar untuk kembali menyerbu setiap pintu. Bahkan, sempat terjadi dorong-dorongan di pintu masuk dengan petugas. "Kami telah membeli tiket woi,"teriak Asrul yang kesal di depan pintu masuk kepada petugas keamanan. Tidak hanya Asrul, pembeli tiket yang lainnya, orang tua, pemuda, pemudi, anak-anak, tak bisa menahan geram, sehingga mereka mendorong-dorong pintu yang pagar aparat kepolisian dan TNI. Sisi lain dari sebuah acara spektakuler tersebut menjadi hiburan tersendiri ketika di saat Gubernur Riau, Rusli Zainal dengan gagahnya menyampaikan sambutannya dihadapan ribuan penonton yang menggelora. Di pintu akses menuju lapangan langsung, dekat obor api PON, penonton yang telah lama berdesakan akhirnya luput dari pengawasan. Mereka memasuki lapangan, sehingga area tempat para penari berdiri, diamuk massa. Dengan kejadian tersebut, petugaspun kembali menutup pintu yang sempat terbuka. Bagi mereka yang sudah terlanjur memadati sudut lapangan, yang terdiri dari orang tua, anak-anak dan pasangan muda mudi, harus rela diusir kembali oleh Sat Brimob yang sedang berjaga. Meski di antara mereka ada yang mencoba protes, namun usaha tersebut gagal. "Kami sudah beli tiket pak, tolong jangan usir kami. Anak-anak saya pengen menonton. Tolong jangan usir kami,"pinta bu Wasidah dengan 3 orang anaknya yang masih kecil-kecil. "Tidak bisa buk. Ini bukan arena bagi pembeli tiket. Pembeli tiket di tribun sana. Cari lah pintu kesana,"tegas seorang petugas keamanan yang berseragam Brimob. "Mohonlah kami pak. Kasihanlah anak-anak kami,"pintanya lagi sembari membimbing tangan anaknya, dan akhirnya terpaksa balik kanan yang diikuti dengan penonton lainnya. Pada kejadian tersebut, petugas keamanan sempat mengusir 2 wartawan peliput PON yang memakai ID resmi. Sehingga terjadi perdebatan, meski kemudian wartawan tersebut kembali diizinkan meliput di area api PON tersebut. Semakin malam acara semakin menarik, apalagi ketika Boediono menutup PON secara resmi, dan bendera PON diserahterimakan dari tuan rumah Riau kepada calon tuan rumah, Jawa Barat untuk 4 tahun ke depan. Apalagi, sederatan artis ibu kota memberikan hiburan yang jarang bisa dinikmati masyarakat Riau secara langsung begitu. Memang ada yang menyedihkan, bagi masyarakat yang belum punya kesempatan masuk sejak awal meski tiket sudah ditangan, kembali berbondong-bondong masuk ke lapangan ketika acara sudah usai. Perjuangan penonton yang mau meninggalkan lapangan, terhalang oleh mereka yang ingin melihat kemeriahan acara di dalam. Padahal, tak ada lagi acara, tak ada lagi artis ibu kota bernyanyi di panggung, tak ada lagi laser yang dimainkan, tak ada lagi letupan kembang api yang membahana Bumi Lancang Kuning, apalagi sesosok wapres RI, Boediono dan Gubri Rusli Zainal. Tak ada lagi, mereka sudah lenyap, jauh sebelum laser dimatikan. Mereka yang sudah sampai di dalam, hanya bisa tercenung, takjub bahwa gemuruh dan kemeriahan acara hanya tinggal dalam bayangan. Meraka hanya terpesona menikmati keramaian bak lebah rombak dari sarangnya. "Eee udah abis acaranya. Hee kayak gini ya di dalamnya,"kata Sovia sambil menghibur anaknya, yang dari awal berusaha masuk, namun seusai acara baru dapat masuk. Saat dihampiri media ini, dia mengaku sejak awal hanya berdiri dipintu masuk bagian utara. "Kami baru dapat masuk dek. Padahal tiket sudah dibeli,"sebutnya. Tak seorang dua yang bernasib sama dengan Sovia, mereka seribuan, di antaranya para orang tua, bapak-bapak, anak-anak, pasangan muda-mudi. Bahkan, di antaranya, ada yang sengaja datang dari tempat tinggalnya pinggiran kota dengan menyewa mobil pick up. Antusias ini memang menyisakan banyak cerita. Semuanya hanya ada dalam semangat nasionalis, rasa cinta pada negeri, tapi mata mereka tak berkesempatan melihat letupan kembang api di akhir acara. Kasihan. Parkir Semraut Cerita beralih ke lapangan parkir usai acara. Dari beberapa iven besar yang ditaja di main stadium Riau, seperti AFC dan pembukaan PON minggu lalu, perihal parkir yang terus menuai kritik, tidak menjadi pelajaran juga pada acara spektakuler penutupan PON itu. Sehingga, kendaraan roda 4 dengan roda 2 dilokasi diparkir di areal yang sama, alias bercampur. Hal tersebut membuat arus keluar simpang siur tanpa pengawalan yang berarti dari panitia dan polisi. Dikatakan , Viktor Simamorang, sorang pensiunan Polisi, menurutnya panitia harus membuat rambu-rambu parkir jauh-jauh hari sebelumnya. Seperti adanya aba-aba dengan tulisan di setaip blok are parkir itu. Misalnya, parkir kendaraan roda dua, blok I, II dan seterunya. "Harusnya ada rambu-rambu parkir, seperti pembuatan nama blok parkir. Sehingga masyarakat tidak kebingunagan, apalagi bercampur kendaraan roda2 dengan roda 4,"katanya. Memang, banyak masyarakat yang deg-degan sebelum bisa menemukan di mana letak kendaraannya. Karena, posisi dan area parkir rata-rata sama tanpa ada petunjuk yang disediakan sebelumnya. Padahal area tersebut rata-rata mirip dan susah membedakan. Selain itu, penumpukan kendaraan dari parkir hingga gerbang utama terjadi berjam-jam. Karena, akses keluar tidak ada pengawasan dan aturan yang menyisiasati perihal yang sudah sering terjadi itu.


Siak,(Global)
Pada cabang olahraga Shorinji Kempo embu Bereu Putri Kontigen Kalimatan Timur berhasil menyabet medali emas pada PON XVIII tahun 2012 yang dilangsungkan di venue Sport Hall Centre Kabuapten Siak, Rabu(19/09)

Kontigen Kalimatan Timur Dari embu beregu putri meraih juara I dengan nilai 268.0 dari babak pertama dan dibabak kedua dengan nilai 272.0 sedangkan dibabak terakhir memperoleh nilai 270.0.
Sedangkan kontigen Jawa Barat memperoleh Juara II dari Embu Beregu Putri, dengan nilai dibabak pertama dengan Nilai 268.0 dibabak kedua dengan nilai 269.0, sedangkan dibabak terakhir 268.0. Disusul dengan Kontigen DKI Jakarta dengan nilai 265.0 dan dibabak kedua dengan nilai 265.0, sementara dibabak terakhir nilai 265.0

Dengan nilai seperti akhirnya dewan hakim menetapkan Kontigen Kalimatan Timur dari Embu beregu Putri Cabang olahraga Shorinji Kempo berhasil menyabet Emas dengan memperoleh skor tertinggi,mengalahkan embu beregu Putri asal Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Bupati Siak Drs Syamsuar dilakukan Bupati Siak Drs H. Syamsuar Msi.( In)





Siak,(Global)
Kontingen DKI Jakarta menambah pundi-pundi emasnya dari embu Beregu Putra, cabang olahraga Shorinji Kempo pada PON XVIII Tahun 2012 yang dilangsungkan di venue Sport Hall Centre ,Siak,Rabu (19/09).


Kontigen DKI Jakarta dari Embu Beregu ini dari babak pertama meraih poin 264.0 dan dibabak kedua dengan nilai 268.0,sedangkan dibabak terakhir Kontigen DKI Jakarta memperoleh dengan nilai 266.0.Atas penilaian itu akhirnya Hakim menetapkan Kontingen Jakarta keluar sebagai Juara 1.
Sementara itu kontigen Nusatenggara Timur memperoleh juara II dari embu beregu, dengan nilai dibabak pertama meraih nilai 264.0, dibabak kedua dengan nilai 267.0 sedangkan dibabak terakhir 265.0. Dan disusul dengan kontingen Sumatera Barat dengan nilai 261.0,babak kedua dengan nilai 265.0 dan babak terakhir dengan nilai 263.0

Dengan nilai seperti akhirnya kontingen DKI Jakarta dari embu beregu cabang olahraga Shorinji Kempo berhasil menyabet emas dengan memperoleh skor tertinggi dan mengalahkan embu beregu Putra asal Nusa tenggara Barat dan Sumatera Barat pada PON XIII di Venues Sport Hall Centre.(In)

Masalah Internal

Pekanbaru,(Global)
Disebabkan adanya persoalan pribadi yang tak kunjung usai ditubuh Pengprov Persani Riau, sehingga berbuntut kepada prestasi atlet. Setelah Markoz, diusir saat pertandingan di nomor senam artistik, pekan lalu, pelatih senam aerobic, Rosita juga diancam oleh Sekretaris Pengprov Persani Riau, Abdur Raiz yang juga panitia pelaksana senam.

Dari berbagai persoalan pribadi antara pengurus provinsi Persani yang juga berperan sebagai panitia pelaksana senam dengan pelatih senam Riau, ternyata berbuntut pada prestasi atlet Riau. Dinomor aerobic, diharapkan tim mampu menambah pundi-pundi medali Riau, ternyata tim Riau kandas disemua nomor.

Dari 4 nomor yang dipertandingankan pada Cabor senam nomor Aerobic Gymnastik, Selasa (18/9) kemairn di Hall Senam, Sport centre, Rumbai, tak satupun medali yang berhasil dibawa pulang oleh Tuan Rumah Riau. Bahkan, atlet dan pelatih menangis ketika upacara penghormatan bagi sang juara.

Pantauan www.riau-global.com dilapangan, Rachida Nurul Sani, atlet berbakat yang berhasil menyabet perak dan perunggu di PON Kalimantan Timur, 2008 lalu, kini harus rela pulang dengan tangan kosong di kandang sendiri. Sejak siap tampil di nomor berpasangan, Rachida tak kuasa membendung air matanya.

Dikatakannya, tim Riau tak pernah dapat support dari Pengprov persani. Bahkan, Pengprov Persani tidak merestui tim Riau untuk tampil maksimal.

"Jangankan diapresiasikan, direstui saja tidak. bagaimana kami mau tampil maksimal,"ungkap Rachida sambil terisak.

Meskipun demikian, dia tetap komitmen untuk membela Riau untuk iven-iven selanjutnya. Namun, dia berrharap agar pengurus Persani Riau agar digantikan oleh orang-orang yang netral, yang mendukung prestasi demi nama dan kehormatan Riau.

"Untuk membela Riau saya tetap bertahan. Kalau pengprov tetap seperti ini, saya akan pertimbangkan. Komitmen memajukan daerah dari senam, pasti. Ya, saya minta pengprov persani dewasa dalam menyikapi berbagai persoalan. Dirumah sendiri perunggu aja tak dapat, sedangkan diluar kami banyak dapat penghargaan," ungkapnya lagi.

Sementara itu, Pelatih Komisi Teknis (Komtek) Aerobic Gymnastic Riau, Rosita mengungkapkan kalau ancaman pengurus provinsi Persani Riau yang datang via SMS padanya terwujud. Dijelaskannya, bahwa pengprov Persani tidak ingin tim Riau berprestasi sehingga tak menyupport tim, sehingga hal tersebut terealisasi.

"Kehendak Persani terwujud. Kami sebelumnya diancam. Sehingga hal tersebut berpengaruh bagi tim kami. ya, inilah perstasi kita, berada di posisi terakhir di setiap nomor pertandingan,"katanya dengan nada kecewa.

Bahkan, Rosita memforward SMS ancaman dari Sekretaris Pengprov Persani Riau, Abdul Raiz dengan nomor HP, 08126733933 yang berbunyi:

"Saya sudah dibuat malu begini, sy juga harus mengambil sikap, saya sudah kamu cerita-ceritakan kemana2, termasuk ke siska dan ke ibu Tuty Yamadriskalau makan uang saya diam, tapi sekarang ini saya harus buat sikap dan saya tidak akan menyiapkan sarana aerobic apapun yg terjadi, karena kalian sudah membuat saya malu dan tersinggung. jangan coba2"

Menanggapi SMS tersebut, Rosita juga membalas:

"Pak Raiz yang saya hormati, justri sy selalu menghormati dan menghargai Bpak dalam hal apapun,, Yang saya lakukan semata2 hanya buat kepentingan atlet persani yg selama ini saya urus sendiri. Bapak tak perlu mendengar gosip yg tak penting apalgi orang yang sudh kita keluarkan , dan bapak tidak perlu mengancam anak-anak dan Saya,, kesuksesan anak-anak atlet itu adalah kesuksesan bapak juga. kegagalan atlet dan kesuksesan menjadi tanggungjawab bapak juga sebagai Pengprov Persani. Dari awal saya tak pernah bapak ajak bicara masalah simulasi ini,"

Dijelaskan Rosita, sebelum bertanding sudah diancam Pengprov Persani. Padahal, Abdur raiz, selain sebagai Sekretaris Persani juga selaku Panpel, sedangkan penyebabnya persoalan pribadi yang merembes kepada perolehan medali tim.

Ketua bidang pembinaan Koni Riau, Sudarto juga mengaku kecewa dengan pengprov persani Riau. Bahkan, dia mengaku juga diancam oleh oknum pengurus Persani Riau, karena dikatakan ikut campur dalam persoalan senam.

"Padahal, untuk pembinaan dan lumbung medali, saya sebagai ketua bidang pembinaan di Koni Riau tentu punya hak untuk mengetahui sejauh mana perkembangan senam. untuk mengetahui hal tersebut, saya dikatakan ikut campur, sehingga saya diancam," terang Sudarto.

Dikataknnya, dari awal dia sudah memberikan informasi supaya tim mempersiapkan penyelnggaraan. Perlu diwaspadai, kata dia, supaya jangan sampai ada unsur yang sengaja memanfaatkan keberadaan wasit memihak kepada satu daerah.

"Sebetulnya yang menentukan wasit dan kewenangannya ada pada Panpel, bukan diserahkan sepenuhnya kepada PB, sepanjang panpel sendiri bisa menyiapkan wasit yang mempunyai sertifikasi untuk PON. Yang terjadi, justru panpel menyerahkan kepada teknikal delegate. Ternyata menunjuk wasit dari DKI Jkarta saja.Lihatlah, atlet mana yang berprstasi,"kata Sudarto.

Terkait persoalan internal, dia mengatakan bahwa sikap Pengprov persani tak bisa dibiarkan.

"Ini menjadi catatan untuk menjadi pertimbangan dan kajian koni. Karena ini menyangkut prstasi kita sendiri,"sebutnya.

Sementara itu, komisi teknik aerobik gymnastik PB Persani, yang juga berperan sebagai juri aerobic PON ini, Mona Nangleta menilai bahwa Riau hanya butuh support dari berbagai pihak. Pasalnya, dari amatan dia, Riau punya atlet yang jauh lebih berbakat. Namun, tampil di PON kali ini, menurutnya, Riau seperti kekurangan apresiasi.

"Riau sebetulnya hebat. Namun, mereka kelihatan kurang apresiasi. Padahal, untuk tampil bagus butuh tim yang padu dan kompak. Riau -pasti bisa berkembang bila banyak yang menyupport. Selain itu, Riau harus memperlebar jam terbangnya," ungkap Mona yang diwawancarai Harian Vokal, disela-sela kesibukannya sebagai juri.

Nomor yang dipertandingkan

Adapun nomor yang dipertandingkan, Selasa (18/9) atau hari terakhir cabor senam, adalah aerobic tunggal putra. Atlet Riau yang tampil Zainudin, yang hanya berhasil mengumpulkan nilai 16.800. Itu merupakan poin terendah dari 3 perserta lainnya. Sedangkan emas disabet oleh pesenam DKI Jakarta, Claudio Marselo, dengan poin 20.800. Medali perak diraih oleh pesenam Kalimantan Timur, Sugianto,F.Julian dengan poin 18.900 dan perunggu di dapat oleh pesenam asal Jambi, Windra lesmana dengan perolehan nilai 18.400.

Pada nomor aerobic Trio, Tim Riau juga berada diposisi terakhir dengan perolehan nilai 17.005, yang diperankan oleh 3 pesenam andalan, yakni Novan S, Abdurrahman dan meuthia S. Sedangkan peraih medali perunggu, tim Kalimantan Timur yang berhasiul mengumpulkan poin jauh di atas Riau, yakni 18.326. Di nomor ini perak di raih oleh tim Jawa tengah dengan perolehan nilai 19.350 dan emas diraih tim DKI Jakarta, dengan nilai 20.450.

Di nomor aerobic berpasangan, atlet Riau diperkuat Novan Suhandoko dan Sachida Nurul Sani tampil dengan nilai terendah, yakni 16.700. Sedangkan peraih perunggu berhasil disabet pasangan pesenam Jambi, dengan perolehan nilai 17.550. Peraih medali perak di dapat oleh pasangan pesenam kalimantan Timur dengan perolehan nilai 18.450 dan emas oleh juara bertahan, DKI jakarta dengan perolehan nilai, 20.050.

Di nomor tunggal putri, atlet Riau yang diandalkan adalah Titi pebrianti. Dia juga berhasil dikalahkan pesenam Jambi, veronica Siboea yang memperoleh medali perunggu. Nilai yang didapat pesenam Riau, Titi Pebrianti adalah 15.050 sedangkan pesenam Jambi mampu berada di atasnya, yakni 17.500.

Sementara peraih perak di pegang pesenam lampung, Umi Sri Haryani, dengan nilai 18.200 dan peraih medali emas masih tetap pesenam asal DKI Jakarta, Tyana Dewi Koesumawati, dengan nilai 19.850.

pada nomor aerobic tunggal putra, yang diandalkan dari Riau adalah Zainudin. Dari 4 peserta, Zainudin berhasil meraih nilai paling rendah, yakni 16.800. Sedangkan 3 pesaingnya, Windra Lesmana dari Jambi mampu menyabet perunggu dengan nilai 18.400. peraih medali perak di nomor ini dipegang Sugianto F. Julian pesenam asal kalimantan Timur dengan perolehan nilai 18.900 sedangkan emas masih dalam genggaman DKI Jakarta, dengan nilai 20.800. (Yp)

Membuat Para Jurnalis Tidak Nyaman

Pekanbaru,(Global)
media center di sport center, Rumbai benar-benar memprihatinkan. Kondisi saat ini, konsentrasi wartawan saat mengedit karya jurnalistiknya terganggu akibatnya banyaknya lalat hijau yang mengerubungi lantai, meja dan dinding.

Pantauan www.riau-global.com, kemarin, hal tersebut akibat merembesnya air hujan ke pojok ruangan dalam. Padahal, bangunan lapangan basket ini terbilang baru, namun tetap saja air hujan merembes akibat atap bocor.

Tidak hanya disebabkan lembabnya ruangan, setumpukan kardus yang basah juga menjadi penyebab banyaknya langau hijau.

Kondisi seperti itu membuat beberapa orang wartawan angkat bicara. Misalnya, fadli, wartawan pekanbaru yang mengakui terganggu dan hilang konsentrasi akibat lalat tersebut.
"Panitia tidak berupaya membersihkan ruangan ini. Sudahlah bocor, kumuh, pengap lagi. Malu kita sama wartawan nasional yang selalu menggunakan jasa media centre ini,"ungkapnya.

Selain itu, mona wartawan antara juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, ruangan tersebut tidak lagi kondusif akibat banyaknya lalat.

"Tidak kondusif lagi. Ruangan ini panas karena gak ada ac. Kini ditambah lagi dengan banyaknya lalat. Ehh.. Aku gak mau ngetik di sini,"ungkapnya sambil berjalan keluar ruangan.

Saat dikonfirmasi kepada panitia yang bertugas, dia mengaku memang susah membersihkan. Dijelaskan, kondisi kumuh yang menyebabkan banyaknya lalat akibat atap bangunan yang bocor lalu merembes ke ruangan dan mengenai tumpukan kardus.

"Hal tersebut mengundang lalat. Ya, nanti kami koordinasikan. Supaya besok ruangan nyaman kembali,"kata Rani, salah seorang panitia. (Yp)

Riau Juara Umum

Pekanbaru,(Global)
Dari perburuan medali yang sengit, akhirnya Kontingen Riau berhasil menorehkan catatan menjadi juara umum Dayung. Dimana pertandingan Dayung itu sudah Berakhir, Selasa (18/9) sore kemarin dengan cacatan Tuan Rumah sebagai Juara Umum.

Dari 3(tiga) medali emas pada dragon boat 250 meter yang diperebutkan, Kotingen Riau berhasil menyabet 1 medali emas. Sedangkan sisanya diperoleh kontingen Kalimantan Tengah dan Papua. Selain 1 medali emas, tuan rumah juga menyambar 1 perunggu dari nomor M (putra) 22 crew jarak 250 meter.

Dengan berada dipuncak klasemen, pantas dikatakan bahwa Riau berhasil mendayung emas. Sebab perolehan Riau, 7 medali emas, 5 perak dan 8 perunggu. Sedangkan runner up ditempati oleh Provinsi Kalimantan Tengah dengan 6 medali emas, 5 perak dan 8 perunggu. Posisi ketiga diisi oleh Provinsi Papua, dengan 6 emas, 1 perak dan 8 perunggu.

1 medali emas diperoleh Riau, Selasa (18/9) berasal dari nomor M (putra) 12 crew jarak 250 meter. Riau berhasil menyentuh finish line dengan catatan waktu 1 menit, 06.693 detik. Perak direbut oleh Jawa Barat dengan catatan waktu 1 menit 06.988 detik dan perunggu oleh Kalsel dengan catatan waktu 1 menit, 07.273 detik.

Sedangkan emas yang diperoleh Papua berasal dari nomor W (putri) 12 crew jarak 250 meter. Papua berhasil menyentuh finish line dengan catatan waktu 1 menit 14.183 detik, perak diperoleh Jawa Barat dengan catatan waktu 1 menit 14.283 detik dan perunggu disabet Jambi dengan catatan waktu 1 menit 14.389 detik.

Sedangkan pada nomor M (putra) 22 kru, jarak 250 meter, Riau hanya mampu meraih medali perunggu dengan catatan waktu 56.641 detik. Sedangkan Jabar sedikit lebih dahulu dari Riau, yakni 55.721 dengan perolehan medali perak. Sedangkan emas ditembus Kalteng dengan kecepatan 52.82 detik.(Yp)


Atlet DKI Jakarta Mengamuk

Pangkalan Kerinci,(Global)
PANGKALAN KERINCI .
Dikarenakan keputusan hakim yang tidak memihak haknya,team tinju Kontingen DKI Jakarta mengamuk. Akibatnya GOR Tengku Pangeran dilempari kursi dan dua komputer dirusaki.

Peristiwa ini berawal,keputusan hakim yang mengalahkan atlet tinju Putri DKI Jakarta. Sehingga para team DKI Jakarta yang tidak terima dengan keputusan itu marah dengan melampiaskannya GOR Tengku Pangeran dengan kursi-kursi dan yang akhirnya 2( dua) buah komputer dihancurkan.


Salah satu warga Pelalawan yang juga Pemerhati Olahraga, Jamal (29) ketika dimintai pendapatnya oleh www.riau-global.com mengatakan, terjadinya pengrusakan ataupun pelemparan korsi keatas ring dan lain sebagainya itu semua karena ulah hakim yang tidak bijaksana.

Secara kasat mata, atlet Tinju Putri DKI yakni Irene Sasihiang bisa menang pertandingan tetapi nyatanya hakim mengalahkannya yang berakibat terjadi kerusuhan,sebut Jamal.

"Wajar saja kontingen Sumbar itu mengamuk yang berujung dengan pengrusakan pada komputer kalau muka hakim yang dirusak tentu akan menambah preseden buruk pelaksanaan PON XVIII di Provinsi Riau,"ungkap Pemerhati Olahraga Pelalawan itu lagi.

Keputusan hakim yang mengalahkan atlet tinju DKI itu tidak masuk akal karena aktivitas tinju DKI Jakarta itu lebih agresip dan lebih banyak memasukan poin untuk dirinya,sebut warga Pelalawan itu lagi.

Sementara itu Irene, Atlet Putri DKI Jakarta itu ketika ditemui wartawan mengatakan, kalah menang dalam pertandingan itu suatu hal yang biasa tapi yang paling pahit adalah dikalahkan itu adalah sesuatu yang menyakitkan. Keputusan hakim pada hari ini membuat para suporter marah,jangankan saya yang mati-matian berjuang diring penonton saja yang menyaksikan kecewa dengan keputusan hakim yang tidak berpihak itu,ucap Irene.

Keputusan hakim pada hari ini, adalah putusan yang merusak mental atlit sehingga bisa dikatakan hakim membuat keputusan bukan memakai hati nurani tetapi karena uang,jelasnya lagi.

Sementara anggota Official team DKI Jakarta yang tidak tahu nama itu ketika diwawancarai mengatakan,kita protes kalau begini karena sudah banyak atlet kita yang dirugikan oleh ulah hakim.

Karena sudah habis kesabaran maka wajar saja hal ini terjadi,kami menggunakan sportivitas dalam bertanding bukan permainan seperti ini,ujar Official DKI Jakarta itu lagi.(Is)


Pangkalan Kerinci,(Global)
Kontingen Tinju Sumbar yang menurunkan 5 (lima) atletnya berhasil menggaet 2 (dua) emas.

Adapun atlet tersebut adalah Rahmat Taubat yang turun pada kelas Lightfly (49kg), yang mengalahkan atlet tinju Nusa Tenggara Timur atas Deni Hita. Sementara atlet tinju Riau lainnya atas nama Robi Chandra menang atas nama Ahmad Amri, atlet Jawa Tengah.

Ketika ditemui wartawan, Rahmat Taubat dan Roby chandra mengatakan, kemenangan yang telah diraih mereka itu semua berkat usaha kerja keras dan dukungan spirit dari warga minang yang ada di Pelalawan.

Diakui keduanya, semua lawan yang ada memang berat tetapi berkat dukungan dan semangat akhirnya kita berhasil meraih medali emas.Mengenai persiapan,kami memang sudah jauh-jauh hari sudah menyiapkan diri dan bertekat untuk menang,terang kedua atlet Tinju Sumbar itu.

Pelatih Pertina Tinju Sumbar, Samsir dan Tampubolon ketika dimintai pendapatnya oleh wartawan atas prestasi atlet yang diraih kontingen Sumbar menuturkan, keberhasilan atlet kita tidak luput dari semangat serta keyakinan pada diri atlet itu sendiri ditambah lagi dukungan dari masyarakat minang yang ada di Pelalawan ini.

Sementara itu Ketua Pertina Sumbar Togi Tobing yang ditemui di Pangkalan Kerinci menyebutkan, kita bangga dengan hasil yang telah diraih atlet kita itu.

"keberhasilan atlet meraih medali emas merupakan sejarah besar bagi Pertina Sumbar karena sebelumnya Kontingen Sumbar belum pernah mendapatkan medali dengan hasil yang didapat ini menunjukan peningkatan pada Pertina Sumbar,"ungkap Togi Tobing dengan semangat.(Is)


Pekanbaru,(Global)
Pesenam Claudio Marsello menambah emas bagi Kontingenmnya DKI Jakarta melalui cabang senam nomor aerobik perorangan putra PON XVIII di Hall Senam Rumbai, Pekanbaru, Selasa (18/09).

Pada PON XVII Tahun 2008 di Kalimantan Timur, Claudio juga berhasil memperoleh dua medali emas, masing-masing dari nomor aerobik perorangan putra dan trio. Kali ini Claudio kembali menyingkirkan ketiga pesenam saingannya dan memperoleh skor tertinggi, 20.800.

"Puji Tuhan saya bisa menyumbangkan emas pada PON kali ini karena pertandingan tadi cukup kompetitif," katanya. "Saingan saya juga para senior yang punya pengalaman luar biasa, tapi saya terus berusaha fokus, konsentrasi, melakukan yang terbaik," kata Claudio setelah acara pengalungan medali.

Sementara medali perak untuk nomor senam aerobik perorangan putra diraih oleh pesenam dari Kalimantan Timur, Sugiyanto Frans, dengan total skor 18.900 dan perunggu diraih oleh Windra Lesmana asal Jambi dengan total skor 18.400.(Rls)