PEKANBARU (Rakyat Riau) - Jika berpikir bahwa Pekanbaru merupakan kota yang dilengkapi dengan segala fasilitas, jalan yang mulus, listrik lumayan tercukupi dan gedung megah dimana-mana, mulai sekarang hapuskan imej tersebut.
Nun, jauh di sana, sebuah Kampung Melebung namanya, dengan segala keterbatasannya ternyata masih terdaftar sebagai bagian dari ibukota Provinsi Riau ini.
Untuk mencapai Kampung Melebung, kita mesti menempuh perjalanan sejauh hampir 20 km dari pusat kota, melewati jalan-jalan tanah berdebu sepanjang jalan, dan melintasi perkebunan sawit yang bukan dimiliki masyarakat tempatan. Jika musim hujan tiba, jangan berharap akan akan mudah keluar atau masuk kampung karena akses jalan akan berlumpur. Di kampung yang berpenduduk sebagian besar masyarakat Melayu ini ternyata juga belum dialiri listrik. Bahkan sinyal handphone pun tak ada di kampung pinggiran Sungai Siak ini.
Derita masyarakat Melebung ternyata tidak sampai di situ karena hingga kini daerah ini masih terbatas dalam sarana pendidikan dan kesehatan. Bahkan kata Ketua RT 2, RW 13, Desa Melebung, Kecamatan Tenayan Raya, Azirdin, menyebutkan satu satunya guru yang mau mengabdi harus mengajar SD, MDA dan PAUD di waktu yang bersamaan.
Ketua RW 13, Nasir, menyebutkan bahwa Desa Melebung ini ini bukan daerah baru karena telah berdiri sejak Kota Pekanbaru mulai ada. "Kampung ini ada sejak Zaman Belanda. Dulu Melebung merupakan bagian dari Kabupaten Kampar dan sekarang termasuk dalam wilayah Pekanbaru," kata Nasir dalam sambutannya dalam acara kampanye dialogis pasangan Septina Primawati - Erizal Muluk di Desa Melebung, Selasa (3/5).
Di hadapan Septina dan Erizal Muluk yang langsung hadir di Melebung, Nasir berharap jika terpilih pada Pilkada 18 Mendatang, agar kampung mereka 'didaftarkan' sebagai bagian dari Pekanbaru dan memberikan perhatian pembangunan layaknya daerah Pekanbaru lainnya. Nasir juga menyebutkan penduduk Melebung akan memberikan suaranya untuk pasangan Septina dan Erizal Muluk yang telah mendatangi kampung mereka.
Sementara Azirdin berharap kepada Septina dan Erizal untuk memberikan perhatian kepada masyarakat setempat seperti dengan menghidupkan kembali pelabuhan rakyat karena itu akan meningkatkan taraf ekonomi mereka. "Kalau ibu (Septina) lihat kebun sawit tadi itu bukan milik masyarakat sini, itu milik investor luar dan kami di sini hanya sebagai buruh. Oleh karena itu kami berharap agar pelabuhan kembali dihidupkan," ujarnya yang menyebutkan mereka tidak lagi bisa menangkap ikan di Sungai Siak karena sudah tercemar oleh limbah-limbah perusahaan.
Septina Primawati Rusli di hadapan masyarakat Melebung mengungkapkan rasa prihatinnya dengan kondisi yang dialami masyarakat setempat karena masih terisolirnya daerah itu. Ia juga mengaku untuk sampai ke Melebung rombongan mereka sempat nyasar di tengah perkebunan sawit.
"Jika terpilih sebagai walikota saya bersama Pak Erizal akan mewujudkan apa yang menjadi harapan masyarakat di sini seperti pembangunan jalan, air bersih listrik dan hingga sekolah dan tenaga pengajarnya. Kami ingin pembangunan di Pekanbaru ini merata dan tidak ada lagi daerah yang terisolir seperti Melebung ini," kata Septina.
Sementara Erizal Muluk menyebutkan kalau dirinya telah beberapa kali ke daerah Melebung dan memberikan bantuan mesin genset, puskesmas dan pengerasan jalan. Ia menyebutkan jika diberi amanah lagi oleh masyarakat maka pembangunan di Pekanbaru akan merata.
Erizal Muluk juga menyindir Lurah, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Pendidikan yang tidak pernah datang ke Melebung. "Bagaimana bisa mendapat perhatian kalau Kepala Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan tidak pernah ke sini, sementara program itu harus diusulkan secara berjenjang," katanya.
Ke depan, kata Erizal, jika Septina terpilih sebagai Walikota maka dana pembangunan Kota Pekanbaru akan semakin lebih besar lagi karena akan mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Pekanbaru. "Selama ini dana kita kurang karena pemimpinnya (Herman Abdullah) tidak berani minta ke Provinsi. Untuk membangun kita butuh pemimpin yang dekat dengan gubernur dan itu adalah ibu Septina Primawati," kata Erizal disambut tepuk tangan masyarakat.
Dari Rumah ke Rumah
Kampanye hari ketiga pasangan Septina - Erizal Muluk digelar secara dialogis marathon dari rumah-ke rumah warga di Kecamatan Tenayan Raya. Hal ini dalam rangka menghimpun aspirasi warga untuk direalisasikan jika pasangan terpilih nanti.
Kampanye pasangan Septina - Erizal juga dikemas dengan berbagai kegiatan sosial mulai dari fogging hingga mengunjungi pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), bertempat di Kelurahan, Sail Kecamatan, Tenayan Raya Selasa (3/5).
Turut dalam kegiatan itu rombongan pengurus partai koalisi serta ratusan warga pendukung dan simpatisan. Usai melakukan fogging, Septina melakukan kunjungan silahturahim ke simpul-simpul pendukungnya, dan dalam kunjungan tersebut calon walikota Pekanbaru nomor urut 2 ini disambut dengan antusias oleh massa pendukungnya serta masyarakat setempat.
Ketua RW 07 Kelurahan Sail M. Tasar, dalam temu ramah dengan Dra Hj Septina Primawati Rusli MM di kediamannya mengimbau warga RW 07 untuk sepakat memilih pasangan Berseri pada tanggal 18 Mei mendatang. Ia juga berharap jika terpilih nanti BERSERI dapat memperhatikan masalah air bersih dan jalan yang ada dilingkungannya yang saat ini cukup memprihatinkan.
”Kami warga RW 07 kesulitan mendapat air bersih untuk minum dan masak. Selain itu jalan-jalan banyak yang rusak dan belum di aspal, untuk kami minta hal ini menjadi perhatian ibu nantinya kalau terpilih menjadi walikota,” ujarnya.
Selain itu warga juga meminta BERSERI untuk memperhatikan masalah lahan yang akan dimanfaatkan warga untuk peternakan sapi. ”Kami punya lahan peternakan, setelah kami minta kepada Pemko Pekanbaru, pemko bilang bahwa lahan tersebut milik Pemprov Riau dan Pemprov yang memiliki kewenang. Untuk itu melalui ibu Septina kami berharap bantuannya agar lahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berternak,” ujar Tasar.
Yusril Ketua RT 03/ RW 07, berharap pada BERSERI untuk membantu meningkatkan kesehatan ibu dan anak melalui Posyandu, rumah ibadah serta perbaikan jalan. Soalnya, sampai saat ini posyandu masih menumpang dirumah warga dan memanfaatkan pos ronda.
Sementara tokoh masyatakat Musi Jambak juga menghimbau segenap warga untuk memilih BERSERI, menurutnya derajat perempuan dan laki-laki sama. ”Ke depan kita beri kesempatan pada perempuan untuk memimpin Kota ini,” ujarnya.
Menyikapi berbagai dukungan yang terus mengalir kepada BERSERI, Septina mengucapkan terima kasih dan berharap dukungan itu benar-benar nyata nantinya sehingga 18 Mei mendatang BERSERI bisa terpilih menjadi Wako dan Wawako 2011-2016.
“Kami akan mengingat dan mencatat segala aspirasi yang masuk untuk direalisasikan jika terpilih nanti. Masalah infrastruktur ini memang menjadi prioritas, kami akan memberikan perhatian jika terpilih nanti," janjinya.
Sementara itu menyangkut posyandu, dikatakan Septina, dirinya selaku Ketua TP PKK Provinsi Riau cukup mengetahu persoalan Posyandu yang ada di daerah ini. Diakuinya banyak posyandu Pekanbaru yang perlu mendapat perhatian.
Selain itu, Septina juga mengimbau khususnya bagi ibu-ibu dan anak putus sekolah untuk berkarya jika memiliki kepandaian untuk membuat berbagai kerajinan dan makanan khas Riau. Dikatakan Septina yang juga Ketua Dekranasda Provinsi Riau ini akan mengusahakan promosi produk masyarakat.
”Dekranasda telah membina para pengarajin dan hasil kerajinanya kita pasarkan, bukan hanya kerajinan mari ciptakan juga makanan khas Riau untuk kita pasarkan dalam PON XVIII, 2012,” ujar Septina. (jel/azw)