Arrow

MENUJU RIAU 1//////////////////////////////

MENUJU RIAU 1//////////////////////////////


You are browsing with label: Showing posts with label Bengkalis. Show all posts
Pelalawan,(Global)
Bupati Pelalawan HM Harris melantik pejabat struktural dilingkungan pemerintah kabupaten pelalawan, terdiri dari Eselon II dan III berlangsung diruangan Audiotorium lantai III kantor Bupati Pelalawan, Jum'at 4 Januari 2013.

Dalam sambutan Bupati H.M. Harris pertama-tama marilah kita persembahkan puji syukur kehadirat Allah yang maha kuasa karena atas rahmat dan karunianya kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan sehingga kita dapat menghadiri acara pelantikan pejabat stuktural eselon II dan III dilingkungan pemerintah kabupaten Pelalawan.

Sebelum Bupati H.M Harris melakukan pengambilan sumpah jabatan, berdasarkan surat keputusan Bupati Pelalawan Nomor: KPTS.821.2/BKD/2013/21 dan 22 tanggal 03 januari 2013 tentang pengangkatan dan pemindahan pegawai Negeri sipil dalam jabatan struktural eselon II dan III dilingkungan pemerintah kabupaten pelalawan.

 Selanjutnya pelantikan yang kita lakukan pada hari ini selasa sebagai penyegaran dan juga pengembangan karir bagi pegawai negeri sipil yang didasari oleh pelaksanaan dari perubahan struktur organisasi dan tata kerja SKPD pemerintah kabupaten pelalawan.

 Adapun jumlah pejabat yang dilantik sebanyak 61 orang pejabat struktural terdiri dari 26 orang Eselon II dan 35 orang Eselon III. Selanjutnya Harris mengatakan, pelantikan yang kita laksanakan hari ini merupakan suatu hal yang wajar yang biasa terjadi disetiap instansi.

 Disamping upaya untuk mengefektifkan jalan roda pemerintah juga diharapkan memberi manfaat bagi pegawai negeri sipil tersebut, untuk dapat mengaktualisasikan tugas-tugas agar tercipta pelayanan yang baik kepada masyarakat, tutupnya.

Pejabat Struktural Eselon II yang baru dilantik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan:

 1. Drs. Ali Umar, Staf Ahli Bidang Keuangan SETDA Kabupaten Pelalawan.
 2. Drs. Abdul Manan Mas, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM SETDA Kabupaten Pelalawan.
 3. Drs T. Izwan Pery Darma, MM, Staf Ahli Bidang Pemerintahan SETDA Kabupaten Pelalawan.
 4. Ir. Abdul Rahman, MP., Staf Ahli Bidang Pembangunan SETDA Kabupaten pelalawan.
 5. Amiruddin Muslim,S.PD, M.Si., Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik SETDA Kabupaten Pelalawan.
 6. Ir. Nursyirwan, Asisten Administrasi Pemerintah Kabupaten Pelalawan.
 7. H. Mazlan Mansur, SH., Asisten Administrasi Pembanguna Kabupaten Pelalawan.
8. Drs. H. Tengku Mukhlis, Asisten Administrasi Umum Kabupaten Pelalawan.
9. Drs. Zulhelmi, M.Si., Pj. Asisten Administrasi Aset dan Keuangan Kabupaten Pelalawan.
 10. H. Abu Bakar FE, S.Sos, M.Ap, Pj. Sekretaris Dewan Kabupaten Pelalawan.
 11. Ir. Hambali, MM. Kadis Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Pelalawan.
12. Ir. H. T. Muktaruddin, M.Si, Kadis Pertambangan dan Energi Kabupaten Pelalawan.
13. Hasan Tua Tanjung, MT, Pj. Kadis Pekerjaan Umum Kabupaten Pelalawan.
14. Fahran Redwan, ST. MT, Pj. Kadis Tata Kota,Pertamanan dan Kebersihan Kabupaten Pelalawan.
 15. Lahmudin, SE.M.Si, Kadis Pendapatan Daerah Kabupaten Pelalawan.
16. Ir. M. Syahrul Syarif, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Pelalawan.
 17. H. A. Karim, SH. M.SI, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pelalawan.
 18. Ir. Mulyono, MBA. MM, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan.
19. Ir. H. Syaril. M.Si, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Pelalawan.
20. Drs. H. Zamur, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Pelalawan.
21. Drs. H. Abdul Muis, Pj. Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan,Perlindungan Anak dan KB Kabupaten Pelalawan.
22. Ir. T. Zuhelmi, Kepala Badan Penanaman Modal dan pelayanan Perinzinan Terpadu Kabupaten Pelalawan.
23. Andi Yuliandri, S.Kom, Pj. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Pelalawan.
24. Raja Alkap, Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Daerah Kabupaten Pelalawan.
25. Nifto Anin, S.Sos. M.Si, Pj. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pelalawan. (Rsk/Rgc)

Concong,Inhil,(Global) Sudah sekian tahun pemekaran Desa Concong Luar menjadi Kecamatan Concong dalam perjalanannya masih mengalami pasang surut dibidang pembangunan, terutama sekali mengenai jalan berada pada pusat kota Kecamatan Concong terkesan sebagai langkah uji coba dari beberapa kontraktor dari Kabupaten Indragiri Hilir. Dengan struktur tanah Kecamatan Concong merupakan rawa dan berlumpur tentunya tidaklah mudah membangun badan jalan terlebih dahulu harus membuat tiang/penyangga terbuat dari beton agar bertapak sehinga semenisasi dapat dilakukan . Memang cukup disayangkan pembangunan infrastruktur seperti ini dibuat secara terpisah-pisah jalan dibangun berawal dari ditengah dilanjutkan keujung jalan baru dibangun , dengan kata lain setiap PT ataupun CV pemenang tender melakukan hal serupa. Jika diperhatikan sepintas lalu terasa sakit mata memandanG namun kenyataan itulah harus dinikmati oleh masyarakat Kecamatan Concong lahir dari hasil pemekaran terkadang sememangnya menyakitkan hati. Dan jika dibandingkan dengan hasil laut dan pertanian selayaknya pembangunan sebagai kekuatan ekonomi setidak-tidaknya ada perimbangan pembangunan. Tidak lantas pembangunan terkesan jalan ditempat kendati mengalami kesulitan bahan material. "Kurangnya pengawasan dilakukan dari dinas terkait berdampak buruk serta kerugian bagi masyarakat yang menerima hasil dari suatu pembangunan,"demikian diungkapkan Zalwi salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Concong saat dikomfirmasi oleh media online www.riau-global.com melalui via HP Senin (7/1). Disampaikannya lagi, saya bukan tidak mensyukuri apa yang telah dibuat dan dibangun Pemkab Indragiri Hilir untuk Kecamatan Concong. Maka kedepannya diharapankan setiap ada pembangunan menggunakan Anggaran APBD Kabupaten maupun Provinsi haruslah dilakukan pengawasan secara maksimal, jangan sampai pembangunan terkesan mubazir seperti masa lalu, pungkas Zalwi sambil berharap. ( Bm/ma*).

Kampar,(Global)
 Bertempat di halaman SD Negeri 032 Kualu kecamataan Tambang Kabupaten Kampar, Senin (07/1) Kepala Desa Kualu, Drs.Abukari.MPd menyerahkan bantuan beasiswa prestasi kepada 60 (enam puluh) orang siswa sekolah yang berhasil meraih prestasi dalam pendidikan.

Hadir dalama kesempatan tersebut Kepala UPTD Dispora Tambang yang diwakili Pengawas Sekolah H.Amir SP.d, Perangkat Desa Kualu, Orangatua siswa dan seluruh majelis guru dan siswa SD Negeri 032 Kualu,

Menurut Abukari yang bertindak selaku inspektur upacara pada apel pagi, beasiswa yanag diserahakan kepada siswa yang berprestasi tersebut bertujuan untuk memotivasi siswa agar dapat meningkatkan dan meraih prestasi yang lebih tinggi lagi, karena siswa yang ada saat ini adalah calon pemimpin pada masa yang akan datang.

 “Pemberian beasiwa ini diharapkan dapat memacu semangat siswa dalam meraih prestasi baik dijalur akademik maupun non akademik, karena siswa yanag ada saat ini merupakan calon pemimpin masa depan, dan untuk itu dibutuhkan bimbingan serta kerjasama yang baik antara sekolah, orangtua,aparat pemerintah desa dan masayarakat untuk peduli dalam memajukan dunia pendidikan,” ungkap Kepala Desa Kualu Abukari.

Dikatakan Abukari lagi, pemberian beasiswa ini merupakan yang keempat kalinya dan dilakukan tiap tahun pada sekolah yanag ada di Desa Kualu. Lebih lanjut dikatakaannya, bahwa sumber dana beasiwa tersebut berasal dari pendapatan asli desa yaitu berupa pendapatan dari sumbangan warga desa yang mengurus surat menyurat dikantor desa , dan dikumpulkan rupiah-demi rupiah, dan untuk tahun ini berhasil dikumpulkan dana beasiswa sebesar Rp.6 juta rupiah.

 Sementara itu Kepala UPTD Dispora Kecamatan Tambang yang diwakili oleh H.Amir SPd mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Kepala Desa Kualu trsebut merupakan sebuah bentuk tindakan nyata dan kepedulian dari aparat pemerintah desa terhadap perkembangan sekolah yang ada diwilayahnya.

Dikatakan H.Amir pemberian beasiwa merupakan pencerminan dari sikap kepedulian pemerintah desa terhadapa kemajuan dunia pendidikan dan hal itu juga memberikan dorongan bagi siswa dan sekolah untuk dapat lebih meningkakan prestasi.

 “Pemberian beasiswa oleh Kepala Desa kepada siswa sekolah yang ada diwilayahnya merupakan yang pertama kali terjadi di Kecamatan Tambang dan Kabupaten Kampar . UPTD memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Kepala Desa Kualu yang sangat peduli dan membantu memajukan dunia pendidikan , dan saya mengusulkan agar Pemkab Kampar khususnya Dinas Dispora Kabupaten Kampar dapat memberikan Reward atau penghargaan kepada Kades Kualu yang sudah empat kali memberikan bantuan beasiswa dan memajukan dunia pendidikan di desa Kualu,” usul H.Amir yang juga Pengurus PGRI Tambang ini. (ldo)

Terkait Pemberitaan Tiga Kadis

Karimun,(Global)
Ungkapan jangankan diteror, ancaman sekaligus tidak akan menggoyahkan bagi awak media www.riau-global.com untuk terus menulis berita terpenting,  sebagaimana menyebar luaskan Informasi agar masyarakat tahu kejadian disuatu daerah, baik bersifat  sosial, ekonomi, politik dan juga tentang Pemerintahan sudah selayaknya disajikan dengan tidak melanggar norma serta kaedah yang sudah ditentuti kan .

Seperti beberapa hari lalu dimuat berita tentang 3 (tiga) Kepala Dinas Pemkab Karimun di media online www.riau- global.com, setelah   sekian hari, Minggu  (6/1) sekira pukul 15.45 WIb, seseorang tidak dikenal  melalui  HP tanpa nomor (private number) masuk kenomor wartawan www.riau-global.com Masrie Aidy   mengatakan :  

"Saya bukan tak kenal dengan awak, tetapi berita yang awak muat cukup keterlaluan apa tidak ade berita lain dan selain itu  awak mengganggu ketentram pihak lain hati-hati awak, lebih baik jangan buat berita sembarangan nanti awak berurusan dengan saya", ujar penelpon.

Dalam pembicaraan singkat sekitar 5 (lima) menit tesebut disampaikan, kalau saudara merasa tidak senang saudarakan punya hak  jawab melaui media lain tidak perlu saudara menteror apa lagi mengancam saya ungkap (awak media riau golobal-red), dimanapun tempatnya saya siap untuk ketemu saudara.

Ketika dipertanyakan  kembali, sipenelpon enggan mengatakan, tak perlu awak tahu saye dari pihak mane yang penting saye tak mau ada berita itu lagi seraya menonaktifkan Hpnya.

Atas kejadian ini belum ada niat dari awak media riau global untuk melaporakan kepada Pihak berwajib (POLRI). (Mas )


Karimun,(Global)
Niat baik Pemerintah memfasilitasi Investor membuka usaha indstri penggalangan Kapal (Shipyard)  belum tentu mandapat sambutan baik dari masyarakat.Pantai bagian barat tepatnya didaerah Teluk Setimbul Kelurahan Pasir Panjang Kecamatan Meral dengan kondisi pantai dan hutan mangrove masih asri jika terjadi ekspansi besar-besaran perusahaan akan merubah daerah tersebut menjadi perusakan terparah.

Pemerintah bisa saja mengatakan untuk peningkatan ekonomi daerah dengan berhasilnya mengundang para investor berinvestasi di Kabupaten Karimun tetapi bukan pada daerah sekitar Pantai Teluk Setimbul . Dan jika Pemerintah hanya memikirkan mendapat keuntungan besar justru mengorban kehidupan para nelayan kecil.

Dari zaman dahulu hingga sekarang masyarakat masih mengandalkan pantai dan perairan bagian barat mencari rezeki andai saja Pemerintah  melakukan hal serupa  ditempat ini secara tidak langsung Pemerintah melakukan pembunuhan secara halus terhadap masyarakat berada di 4 (empat ) RT di Teluk Setimbul.

Pada awalnya janji manis Pemerintah dan pengusaha sangatlah indah serba muluk-muluk namun dalam perjalanan pergesaran terjadi penduduk local hanya jadi penonton dan gigit jari .

Justru orang luar dengan kemampuan skill menjadi penghuni perusahaan kontribusi buat masyarakat hanya cukup duduk dikedai kopi bukan untuk kelanjutan hidup masyarakat kedepan menjadi prioritas utama. Walaupun Pemerintah rada-rada pintar dan sedikit menjinakan masyarakat dengan umpan uang recehan akan tetapi mendapatkan tangkapan lebih besar sama halnya Pemerintah sudah berlaku tidak adil serta menzholimi masyarakatnya sendiri.

Jangan melakukan pembodohan lagi sudah cukup kejadian masa silam menjadi cambuk bagi kehidupan masyarakat, apa mau Pemerintah dikatakan lebih bodoh dan tidak bermoral kalau saja jawabannya “  Ia “ wajar pemerintah tidak pernah mendengarkan aspirasi araus bawah, demikian disampaikan Edi, Tokoh Masyarakat Teluk Setimbul ketika dikomfirmasikan www.riau-global.com, Sabtu (5/1).

Itu bukanlah, perbuatan bijak Pemerintah jangan lagi ada pikiran kotor dan jahat serta memaksakan kehendak ingin menguasi Pantai bagian Barat,  lebih baik urungkan saja niat busuk tersebut apa bila perlu hilangkan pikiran Pemerintah ingin menguasi pantai diwilayah ini, tegas Edy.

"Masyarakat sudah susah jangan disusahkan lagi harap dipahami bagi orang-orang berpendidikan tinggi,"ujar Edy lagi.

Diteruskannya, ,jangan saya  yang tidak punya pendidikan berserta masyarakat lainnya timbul kebencian mendalam,  selama ini kami cukup hormat dan menyegani unsur dari Pemerintah bertandang kewilayah kami , tapi perlu diingat bukan kami diam berarti setuju apa saja ulah Pemerintah selama ini tidak memperhatikan kami  hidup dalam kegelapan tanpa penerangan dan justru kami diam saja jangan paksakan, ajari kami berbuat nekad menjadi jahat maklum kami terdiri dari orang-orang yang tidak mengerti hukum di wilayah NKRI, pungkas Edy dengan nada kesal. (Mas)

Meranti,(Global)
Sudah lama Pelabuhan Penumpang yang berada di Kecamatan Rangsang Barat terbilang  selesai pengerjaanya dengan menggunakan  Anggaran APBD Pemkab Bengkalis , dan itu terjadi pemekaran Kabupaten Kepulauan Meranti banyak terdapat aset Pemerintah peninggalan Kabupaten Induk tak terselesaikan hingga saat ini.

Tentunya ini, menjadi beban bagi Kabupaten Kepulauan  Meranti salah satunya pelabuhan tanpa ponton dari awalnya sudah ada dikarenakan mengalami kebocoran / rusak konon katanya  lagi dalam peraikan,  dengan anggaran Milyaran Rupiah tersebut akan menjadi tanda tanya besar  sebagai bahan cerita sarapan pagi bagi masyarakat diwarung kopi sambil  berhayal ternyata Pemerintah sebegitu sembrononya  menghabur-hamburkan uang masyarakat  atau adanya konsfirasi terselubung.

Ternyata pelabuhan yang dibangun tidak bisa digunakan dan dimanfaatkan  masyarakat kebanyakan  jika tidak dioperasikan penggunaannya  bangunan langka tersebut menjadi mubazir.

Pantau awak media online ini dilapangan,   cuma melihat  tiang besi tertancap sebagai penahan ponton serta tidak adanya perawatan menjadikan pelabuhan tersebut seperti peninggalan zaman penjajahan Belanda.

Kepala Desa Teluk Samak Bahrin, Kecamatan Rangsang Barat  Kabupaten Kepulauan Meranti  Riau ketika dikomfirmasi media online www.riau-global.com  melalui via HP lagi berada di Tanjung Pinang  ( Kepri )  Kamis ( 3/1 ) sekira  pukul  21.40 wib  mengatakan,  dengan terbengkalainya  Pelabuhan Penumpang yang menjadi  Icon  kebanggaan  Masyarakat  Rangsang Barat. Untuk saat  ini, kami harus  menahan sabar seandainya sudah bisa dipergunakan  setidak-tidaknya perputaran  keuangan dan ekonomi masyarakat setempat meningkat pesat, pungkas  Kades Teluk Samak.

Ditegaskanya lagi,  sementara ini masih menggunakan pelabuhan TPI, ketika pasang besar semuanya menjadi tenggelam  akses menuju kepelabuhan terhambat menjadiakan  suasana tidak nyaman dan mengganggu aktivitas  masyarakat mengais rezeki.

"Harapan  saya  Pemerintah Daerah sudah mengambil langkah guna menyelamatkan  bangunan  yang ada kalau dibiarkan  terus  sudah pasti mengalami kerugian besar, paparnya mengakhiri. (Br/Rd ).

Concong, Inhil,(Global)
Dengan memakan jarak tempuh perjalanan  laut selama lebih kurang 9 (Sembilan ) dari Kabupaten  Karimun ke Kecamatan Concong, Inhil Provinsi Riau dan sebaliknya KM. Adalasan bukan Ferry angkutan penumpang melainkan  Kapal Kayu cargo  dipergunakan untuk mengangkut hasi laut tujuan Negara Singapura transit di Karimun.

Dengan demikian keberadaan transpotasi milik pribadi pengusaha bernama  Aseng berasal dari Kecamatan Concong seakan tidak mampu membendung bagi orang yang mau menumpang ternyata rasa solidaritas ditunjukan oleh empunya Kapal tanpa dipungut biaya. Dan  tak  jarang penumpang bekerja di Batam , Tanjung Pinang ,  juga Karimun mau  pulang kampung harus  menunggu jadwal keberangkatan kapal  pada hari kamis  bertolak  ke Concong dan sebaliknya.  Setiap hari minggu sore keberangkatan kapal juga dinanti-natikan sejumlah penumpang dari Concong ke Karimun .

Tradisi ini sudah belasan tahun bahkan puluhan tahun berjalan dan sudah banyak kali Kapal Kayu milik Aseng berganti  penumpang tetap saja setia  dengan alasan kalau pulang kampung halaman ,  dari Karimun melalui Kabupaten Indragiri Hilir jaraknya terlalu jauh terkesan  lama dan berbelit-belit  perjalanannya. 

Kendati ada  beberapa kapal kayu cargo dari Concong juga membawa hasi laut hanya sampai di Kecamatan Buru dan Kecamatan Moro Kabupaten  Karimun.

Salah seorang penumpang  Ana ( 34 ) Tujuan Desa Kampung Baru Kecamatan Concong saat ditemui media online www.riau-global.com  disalah satu kedai kopi pelantar samping Hotel Gabion, yang  lagi bersiap-siap mau berangkat, Kamis (3/1 )  mengatakan, kalau kami pakai SB Sri Gemilang palingan juga nyampai ke Ttembilahan  sore hari , jadinya harus bermalam di Tembilahan ongkospun untuk 1 (satu ) orang  sebesar Rp 260.000,00,- ( dua ratus enam puluh ribu rupiah) sementara saya (Ana-red)  5 ( lima ) orang sudah berapa kata  Ana  menjelaskan.

Memang  sih ,  Abk Kapal tidak meminta ongkos lantaran saling kenal tapi kami sebagai penumpang juga tahu diri walaupun tidak besar tetap kami kasih uang sejumlah Rp.20.000,- ( dua pulu ribu rupiah ) terkadang juga kami sebagai penumpang ditawari makan sama Abk Kapal, kalau lagi apes sering ketemu petugas dilaut.   Ya… mungkin saja uang terkumpul tersebut diserahkan kepada petugas itukan cuma perkiraan saya aja, cetus  Ana menyudahi. (Bm/ma )