Home » kabar riau, Ragam » Rusli Zainal : 55 Tahun, Pertumbuhan Ekonomi Riau dan Investasi Tempat No 2 Se Indonesia

Pekanbaru,(Global)
Bersempena Hari Jadi Provinsi yang ke 55 sejak 9 Agustus 1957-9 Agustus 2012, yang diperingati dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Riau, Kamis (9/8) kemarin berlangsung khidmad.
Pidato Gubernur Riau HM Rusli Zainal disambut dengan riuh tepuk tangan oleh jemputan majelis.Bersempena hari jadi Riau tahun ini, juga dimeriahkan oleh rebana dan orkestra musik. Sementara, ruang paripurna disesaki undangan dari berbagai elemen pemerintahan, seperti DPD, DPR RI, walikota dan bupati se Riau, dan lain-lain.
Dalam pidatonya, Gubernur Riau Rusli Zainal menyampaikan bahwa Provinsi Riau sudah mampu selangkah lebih baik dari provinsi lain di Indonesia.
Hal itu dibuktikan oleh Indek Pembangunan Manusia (IPM) Riau yang mencapai 76,3 persen atau menempati rangking ketiga se-Indonesia dan pertama di Sumatera. Selain itu, pertumbuhan ekonomi dan daerah investasi, Riau menempati posisi ke-2 setelah Banten.
Disampaikan Gubernur, gambaran umum pertumbuhan ekonomi Riau sampai dengan triwulan I tahun 2012, menunjukkan pertumbuhan yang baik dan kondusif, yakni mencapai 7,5 persen meliputi semua sektor.
"Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor perdagangan, hotel dan restoran. Saat ini PDRB Riau merupakan tertinggi di Sumatra,"terang Rusli Zainal dengan semangat.
Dipaparkannya, PDRB dengan Migas Triwulan I tahun 2012 sebesar Rp 111,33 triliun, sedangkan PDRB tanpa migas sebesar Rp 68,37 triliun. Sedangkan dalam bidang investasi, sampai semester I PMDN telah mencapai Rp 3,9 Triliun yang menempatkan Provinsi Riau pada urutan ke-3 nasional dan urutan pertama di luar Jawa.
Khusus triwulan II saja, nilai investasi mencapai Rp 3,5 Triliun atau menempati urutan ke 2 nasional. Sedangkan untuk PMA sebesar 0,289 Miliar US Dolar, yang menempati rangking 7 nasional.
Selanjutnya, nilai ekspor Riau untuk periode januari-April 2012 meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2011. Dari 5,92 milyar US Dolar mejadi 6,53 milyar US Dollar. Ekspor non Migas memberikan kontribusi terbesar terhadap total nilai ekspor yakni mencapai 64,66 persen.
"Sejalan dengan kondisi tersebut, kita telah berhasil menurunkan tingkat pengangguran terbuka,"tegasnya lagi.
Dapat diketahui dari 7,17 persen pada Februari 2011 menjadi 5,17 persen pada februari 2012. Begitu juga dengan jumlah penduduk miskin Riau yang terus mengalami penurunan. Dari 8,47 persen pada Maret 2011 turun menjadi 8,22 persen pada maret tahun ini.
Dalam rangka pembangunan infrastruktur, pemerintah Provinsi Riau dalam tahun anggaran 2012 melaksanakan program pembangunan dan rehabilitasi jembatan serta program pembangunan infrastruktur penunjang PON XVIII tahun 2012.
Dikatakan Gubri, Pemerintah Provinsi Riau sudah mengalokasikan dana sebesar Rp 590 milyar dengan total penangan efektif sepanjang 206,51 KM dan penangan fungsional sepanjang 1.307,26 km.
"ALhamdulillah, secara kuantitas, kita sudah mencapai yang lebih baik, karena kita berada diatas rata-rata nasional," sebut Gubri lagi.
Lanjutnya, dia menyebut bidang pendidikan diteropong dari tingkat kelulusan juga mempunyai angka-angka yang baik, yakni 99,97 persen.
Hari Jadi Momentum Evaluasi
Pada kesempatan itu, Gubernur Riau juga mengajak masyarakat menjadikan hari jadi Riau ke -55 sebagai momentum untuk evaluasi. Sebab, dia juga menyadari banyak cita-cita besar yang belum tercapai meski sejumlah peningkatan sudah dapat disampaikan.
"Bersempena dengan hari jadi ini tentu banyak hal yang harus kita renungi. karena masih banyak yang belum bisa di maksimalkan. jadikan ini momentum untuk evaluasi, demi permbangunan lebih baik ke depannnya," katanya.
Selain itu, Gubri juga memohon dukungan semua masyarakat, untuk meraih prestasi dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat lebih dapat diraih untuk kedepannya.
Hal senada juga disampaikan ketua DPRD Riau, Johar Firdaus. Dikatakan, dengan momentum hari jadi tersebut, diharapkan ada evaluasi dari seluruh unsur pemerintahan.
Hal itu, dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan di masa yang akan datang. Pasalnya, tak bisa ditampik, kemiskinan, pengangguran dan kesenajngan sosial lainnya masih terjadi di bumi lancang kuning.
"Kedepan, diharapkan pemerintah fokus terhadap kesejahteraan masyarakat. semoga kita bersama-sama mendukung program yang baik itu,"pungkasnya.(Rgc-lo)
No comments:
Post a Comment